JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 24 Juli 2018

BANDUNG, KABARSEBELAS.COM--Ketua Pengurus Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Jawa Barat, Abdy Yuhana, mengungkapkan proses kehidupan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia saat ini seperti kembali ke masa lalu. Bila dirunut dari proses historisnya, persoalan suku agama, ras dan antar golongan (Sara) sesungguhnya telah selesai dengan menyepakati Pancasila sebagai asas tunggal. 

"Saya melihat akhir-akhir ini persoalan bangsa kita kembali mengusung isu-isu (Sara) tersebut. Padahal kita sebagai bangsa yang heterogen tidak perlu lagi mempermasalahkan Sara, karena perbedaan merupakan rahmat dari Tuhan YME," kata Abdy usai kegiatan refleksi kebangsaan bertajuk 'Visi Negara Pancasila' yang digelar dalam rangka harlah GMNI ke-63 di Jalan Asia Afrika Bandung, Kamis (23/3). 

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar ini menegaskan, keanekaragaman Sara seharusnya merupakan modal sosial bagi bangsa Indonesia,  yang bila dikelola dengan baik akan mengantarkan Indonesia sebagai bangsa yang  besar. Dengan berlandaskan Pancasila dalam kesehariannya, politisi PDI Perjuangan ini yakin akan mampu mempersatukan segala bentuk kekuatan yang dimiliki bangsa ini. 

Apalagi, keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain. Dan dalam kontek sistem bernegara nampak jelas bahwa pilihan jalan yang diambil untuk Indonesia merdeka adalah demokrasi yang dijalankan kongruen (sebangun) yaitu demokrasi politik dan demokrasi ekonomi.

"Saya yakin Indonesia dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, sangat menjunjung tinggi kehormatan dan kemanusiaan. Harapan saya masyarakat Indonesia juga harus mengingat kembali pandangan hidup berbangsa dan bernegara adalah Pancasila," tandasnya. (ktr)

 

Statistik Pengunjung

7218926
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
430
14803
7218926
IP Anda: 23.20.25.122

Facebook