by

Kasus Jual Beli Suara, 12 PPK Mengaku Hanya Menjalankan Perintah Komisioner AM

Karawang, Kabarsebelas.com – Kisruh jual beli suara yang melibatkan 12 Penitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan satu orang komisioner inisal AM semakin meruncing.

Merasa terpojokkan, salah satu dari 12 Ketua PPK mulai angkat bicara. Ade Suardi, Ketua PPK Telukjambe Timur mengaku terseret arus dalam kejadian tersebut. Karena, menurutnya yang menjadi fasilitator dan distributor aliran uang dari caleg DPR RI Partai Perindo, EK Budi Santoso adalah komisioner AM.

“Sejauh ini saya dan PPK yang lain mengikuti arahan AM. Dari awal pun dia (AM) yang menjadi pengaturnya,” kata Ade melalui telepon, Kamis (20/6) .

Ade membeberkan, awalnya pertemuan dengan Caleg Eka Kusnaya Budi Santoso tersebut dimulai pada Bulan Januari 2019 di Jakarta, itu pun yang memerintahkan Komisioner AM dengan menghadirkan 12 Ketua PPK. Kemudian, pertemuan kedua pada Bulan Januari 2019 yang agendanya untuk pemenangan caleg tersebut.

“Dari awal kami kurang paham atas undangan pertemuan tersebut. Karena yang menyuruh pimpinan kami, Komisioner AM. Maka, kami ikuti saja,” ujar Ade.

Setelah itu, lanjut dia, tidak ada lagi komunikasi hingga pada H-2 pemilihan tepatnya pada Tanggal 15 April 2019 ada telepon dari Komisioner AM yang meminta agar masing-masing mengirimkan nomor rekening bank.

“Saya dengan PPK yang lainnya ngikuti saja permintaan Pak AM dengan mengirimkan nomor rekening bank. Karena bisa saja kita dapat bonus. Dan ternyata uang yang diitransferkan itu untuk pemenangan Caleg DPR RI Eka Budi Santoso,” beber Ade.

Saat itu, kata Ade, situasi kami sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu. Jadi, ada uang masuk ke rekening pun dibiarkan saja.
Hingga pada hari kedua Pleno Rekapitulasi tingkat Kabupaten, kedua belas PPK yang ikut pertemuan ditelepon Komisioner AM dan dianggap tidak menjalankan komitmen dengan caleg tersebut.

“Akhirnya kami diajak lagi ke Jakarta dan yang ikut waktu itu ada 7 PPK. Di sana, caleg bersangkutan meminta pengembalian uang yang sudah ditrasferkan sebesar 60 persen. Kami pun memenuhi permintaan tersebut karena memang uangnya diendapkan tidak dipakai apa-apa,” jelasnya.

Ade menyebutkan, jika keterlibatan 12 PPK tersebut hanya semata-mata memenuhi perintah Komisioner AM karena menganggapnya sebagai pimpinanya.

“Kami hanya mengikuti saja. Dan kami tidak melakukan permintaan caleg tersebut untuk mendaptkan suara,” timpalnya.

Ade juga mengaku, jika klarifikasi sudah disampikan ke KPU Karawang dua kali.

“Kami sudah memberikan keterangan resmi ke KPU Karawang dan dibuatkan berita acaranya,” tutur Ade.(Nand)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

40 comments

  1. 382533 806404Hello. Cool article. Theres an issue with the internet site in internet explorer, and you might want to test this The browser will be the marketplace chief and a large element of other folks will miss your great writing due to this difficulty. 143889

News Feed