by

AM Mengaku Bukan Dalang Dibalik Jual Beli Suara Pileg

-Politik-74 views

Komisioner KPU Kabupaten Karawang, Asep Muksin tidak mengakui adanya aliran dana untuk ‘jual-beli’ suara pada Pemilu yang diberikan oleh Caleg Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso. Pasalnya, pemberian uang itu hanya kesepakatan antara caleg dan 12 oknum PPK.

Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran, Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri mengatakan, dari pengakuan Asep Muksin (AM) uang yang diterima dari Kusnaya itu untuk urusan pribadi dan tidak ada urusannya dengan pemilu.

“Dia (AM) tidak tahu menahu soal uang dari caleg dan 12 PPK, sebab itu kesepakatan antara caleg dan PPK. Dia baru tahu ada aliran dana ke 12 PPK itu setelah Pemilu,” ujar Roni usai melakukan klarifikasi pada AM di kantor Bawaslu Karawang, Kamis (27/6)

Dikatakan, pihaknya tadi mengklarifikasi AM dengan memberikan 26 pertanyaan dengan waktu sekitar 2 jam. Dalam klarifikasi itu juga, AM mengakui adanya pertemuan itu namun komunikasi yang dilakukan oleh AM dengan Kusnaya itu atas dasar pertemanan.

“Pengembalian uang ke Kusnaya juga itu untuk utang piutang antara AM dan Kusnaya,” katanya.

Dijelaskan, pihaknya juga memanggil komisioner KPU lainnya untuk mengklarifikasi apa yang sudah dilakukan kepada salah seorang komisioner KPU dan 12 PPK yang diduga mendapat uang dari caleg perindo tersebut.

“Hasilnya KPU Karawang sudah menyampaikan dugaan tersebut kepada KPU Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya juga mengundang 12 PPK, yang dijadwalkan pada pukul 13.00 Wib. Namun sampai saat ini tidak ada satupun yang datang.

“Kita sudah menyampaikan ke KPU Karawang agar membantu menghadirkan 12 PPK itu,” katanya.

Meskipun tidak hadir, lanjut Roni, jika informasi dirasa cukup maka pengkajian ini bakal terus dilanjutkan. Padahal klarifikasi ini merupakan kesempatan buat 12 PPK untuk menyampaikan kebenarannya seperti apa.

“Sebab kita juga tak mau hanya melakukan penilaian dari satu sisi saja,” katanya.
Sementara itu, Komisioner KPU Karawang, Asep Muksin mengatakan, pihaknya datang ke Bawaslu untuk memenuhi undangan Bawaslu. Semuanya sudah disampaikan ke Bawaslu, semua bahan untuk kebutuhan klarifikasi itu sudah disampaikan.

“Saya mengikuti mekanisme yang ada di Bawaslu saja, jadi saya ikuti saja dari Bawaslu,” katanya.

Asep juga mengakui jika sudah dipanggil oleh KPU Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu. “Intinya saya akan ikuti mekanisme yang ada,” singkatnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed