Warga Karawang Mulai Krisis Air Bersih Dampak Sumur Mengering

Dampak kemarau panjang, warga di Desa Parungmulya,  Kecamatan Ciampel, Karawang,  mengalami krisis air bersih. Akibatnya warga menggunakan sumur galian air kubangan  untuk mandi dan mencuci pakaian.

Warga telah menggunakan air kubangan dari galian  sisa aliran sungai kecil yang dibuat warga untuk menampung air  selama hampir satu minggu terakhir. Sementara untuk keperluan memasak dan minum, warga terpaksa membeli air bersih yang harganya lebih mahal.

“Selama seminggu terakhir,  warga sudah mulai krisis air bersih karena sungai-sungai sudah mengering dilanda kemarau, ” kata Pandi,  warga setempat,  Jum’at (28/6).

Pandi mengaku untuk kebutuhan sehari -hari seperti mencuci dan mandi memanfaatkan sumur dadakan yang dibuat warga sepanjang aliran sungai. Warga mengaku tidak pilihan lain yang bisa dilakukan saat musim kemarau tiba.

“Untuk mandi dan mencuci terpaksa menggunkan air kotor dari galian, “tandasnya.

Hal yang sama dialami Ibu Rumah Tangga Kokom,  tetpaksa menggunakan air seadanaya untuk bisa mandi dan mencuci pakaian karena sumur-sumur warga sudah mengering tidak lagi mengeluarkan air.

“Sumur sudah tidak lagi mengeluarkab air dalam seminggu terakhir, ” imbuhnya.

Dia mengaku untuk kebutuhan minum sehari-hari terpaksa membeli air dari pedagang keliling walaupaun harus merogoh kantong lebih dalam karena terbilang mahal.

“Untuk minum terpaksa beli walaupun mahal, ” tutupnya.