Jelang Pemilihan Wabup Bekasi, PIB Akan Melakukan Aksi Damai, Waspadai Isu Primordial

Ust Awalludin S,.S
Ust Awalludin S,.S

Bekasi, Kabarsebelas.com – Pasca Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Yasin kena OTT oleh KPK, dan Eka Supria Atmaja di angkat menjadi Bupati Kabupaten Bekasi, sehingga kursi Wakil Bupati Kabupaten Bekasi saat ini kosong.

Kekosongan kursi Wakil Bupati di Kabupaten Bekasi menjadi daya tarik para tokoh baik dari Kabupaten Bekasi maupun dari luar Kabupaten Bekasi mendaftarkan untuk mencalonkan menjadi Wakil Bupati Bekasi.

Namun, isu primordial digelorakan oleh sebagian kalangan di Kabupaten Bekasi semenjak ada salah satu calon Wakil Bupati dari luar Kabupaten Bekasi yang turut serta mencalonkan sebagai calon Wakil Bupati Bekasi beberapa waktu lalu.

Atas hal tersebut Pemuda Islam Bekasi (PIB) ingin menyuarakan lewat aksi damai di depan kantor Kabupaten Bekasi dan DPRD Kabupaten Bekasi bahwa masyarakat Bekasi untuk memilih calon pemimpin daerahnya tidak lagi melihat ke orang Bekasi an (Primordial) yang berlebihan.

“Masyarakat Bekasi semakin maju dan cerdas, untuk memilih calon pemimpinnya tidak lagi melihat suku atau Primordial,”Jelas ust Awaludin S.,S imam Juang PIB, kepada Kabarsebelas`com Sabtu (29/6/2019)

Menurut Awaludin, bahwa pemimpin Kabupaten Bekasi yang sebelumnya banyak juga yang dari luar daerah Bekasi. Misalnya, Wikanda Darmawijaya 1998 – 2003 berasal dari Ciamis, Saleh Manaf 2003 – 2005 dari Aceh, Abdul Fatah 1973 – 1983 dari Bandung.

“ini merupakan bukti yang kuat bahwa masyarakat bekasi terbuka terhadap orang luar yang memiliki kapabilitas menjadi seorang pemimpin,”terangnya

Kemudian masyarakat Bekasi juga berpikiran Plural, dalam artian bahwa, pemimpin muslim yang merupakan representasi masyarakat islam Bekasi sebagai pemilih terbanyak. Jika masyarakat Bekasi bersikap primordialisme yang berlebihan merupakan keluaran dari pemikiran yang mundur dan tidak adaptif terhadap kenyataan yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Yang terpenting adalah bagaimana pemimpin tersebut sesuai dengan Bekasi, yang religius dan berfikiran maju,”katanya

Maka sebagai Pemuda Islam Bekasi yang religius dan berfikiran maju akan terus mengawal pemimpin dari asal manapun, asalkan profil tersebut tetap pemipin yang religius dan berfikiran maju. Kemudian masa aksi yang turun di perkiran sebanyak 300 orang yang akan dilaksanakan pada hari senin 1 Juli 2019.(red)