by

Maksimalkan Pembangunan, Kades Abung Jayo Gunakan DD Bangun Delapan Item Infrastruktur

Lampung Utara, Kabarsebelas.com – Memaksimalkan Pembangunan fisik, menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat, Kepala Desa (Kades) Abung Jayo Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara (Lampura), tahun 2019 ini akan membangun 8 item infrastruktur.

Hal ini diungkapkan Mulyadi selaku Kepala Desa setempat saat dijumpai disela-sela kesibukannya memantau pembangunan infrastruktur di desanya, Senin (1/7/2019), Mulyadi mengakui semua item pekerjaan yang akan dilaksanakan akan diberlakukan secara terbuka dan transparan pada masyarakat.

Transparansi ini menurutnya penting sebagai acuan dan dasar hukum bahkan sebagai bahan laporan nantinya, sebab program tersebut secara optimal diperuntukan bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

‚ÄúSebagai bentuk transparansi desa kepada masyarakat, kami akan melaksanakan pembangunan infrastruktur dibeberapa titik, sesuai dengan yang diajukan oleh tiap-tiap dusun, yang nantinya akan kami kerjakan sesuai dengan RAB,” ungkap Kades Mulyadi.

Menurut pria yang dikenal dekat dengan masyarakatnya ini, delapan item itu akan dikerjakan secara bertahap sesuai dengan kucuran dana dari pemerintah yang direalisasikan secara bertahap, namun skala prioritas itulah yang pertama akan dikerjakan.

“Dana tahap 1 sebesar 20 persen ini, kami membuat sumur bor sebanyak dua titik, dan drainase sesuai dengan anggaran yang sudah kami terima serta azas manfaat sesuai kebutuhan masyarakat,” papar Mulyadi.

Adapun ke delapan item pembangunan infrastruktur tersebut, sambung Kades Mulyadi, terdiri dari, pembangunan Telpord sepanjang 2.073 meter dengan lebar 2,5 meter, di Dusun Widoro Payung 1 dan 2, serta Margo Mulyo 1 dan 2, kemudian pembangunan Telpord sepanjang 1.218 meter dengan lebar 2 meter, di Dusun Margo Mulyo 2 dan 1.

Selanjutnya, pembuatan Sumur Bor masing-masing satu titik, di dusun 3 dan 4 serta Dusun Margo Mulyo 1 dan 2. Gorong-gorong Plat 2 unit ukuran 5 meter di Dusun Widoro Payung 2 dan Dusun Margo Mulyo 2, kemudian gorong-gorong Plat beton dengan ukuran 5 x 4 meter di semua dusun, pembuatan drainase di Dusun Margo Mulyo 1 sepanjang 50 meter, serta paving Blok di kantor desa seluas 276 meter persegi.

“Insya Alloh dalam program DD tahun ini, kami juga akan merehab kantor desa mengingat saat ini kondisi kantor itu, sudah banyak yang rusak dan bocor bila musim penghujan tiba,” katanya.

Terkait rencana perehaban kantor desanya, lagi-lagi pria ramah dan supel ini menceritakan bahwa, Desa Abung Jayo yang sebelumnya bernama Desa Candi Jaya merupakan pemekaran dari Desa Candimas pada Tahun 2002, berdasarkan SK. Bupati Lampung Utara No 271 Tahun 2002, dengan status desa persiapan yang pusat Pelayanan masyarakat awalnya berkantor di Balai Dusun Widoro Payung dari Tahun 2003 sampai dengan 2010.

Berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Utara No. 8 Tahun 2007 tepatnya tanggal 24 Januari 2008 Desa Candi Jaya berubah status dari Desa persiapan menjadi Desa Definitif dan berubah Nama menjadi Desa Abung Jayo yang pusat pelayanan masyarakat tetap berkantor di Balai Dusun Widoro Payung.

Setelah pelaksanaan Pilkades Pertama pada Tahun 2010 Pusat pelayanan masyarakat pindah tempat dari Balai Dusun Widoro Payung ke Kantor Eks Candimas Km 01 Widoro Payung (300 M setelah rel kereta api).

Namun kondisi kantor kala itu sudah bukan seperti kantor, semua pintu sudah tidak ada, sehingga pada waktu pindah, Desa Abung Jayo masih melakukan Renovasi Ringan (Renovasi 1) seperti pengadaan pintu dan pengecatan. Pada Tahun 2013 kembali melakukan Renovasi ke-ll seperti pemasangan tralis jendela dan plafon, genteng akibat kebocoran.

Pada Tahun 2015 melakukan Renovasi ke-lll seperti perbaikan lantai, dari ubin menjadi keramik dan pagar kantor, dari kesemua kegiatan renovasi tersebut semua dana bersumber dari Swadaya masyarakat.

Kemudian, dari tahapan renovasi itu tentunya Kantor yang di bangun pada tahun 1997 sampai dengan sekarang 2019 sudah berusia 22 tahun, artinya hampir 1/4 Abad, dan bangunan saat ini sudah tidak layak dan perlu Renovasi Total.

Sementara itu, Rudi Hartoni, SE, didampingi rekan kerjanya Edy Wahid, Anugrah Putra. ST dan Endang, N, ST selaku tim pendamping desa Kecamatan Abung Selatan, sekaligus Pendamping Lokal Desa (PLD) saat dijumpai media ini sedang melakukan pemantauan pekerjaan pembuatan sumur bor di desa Abung Jayo.

“Berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah mengatur bahwa pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa ditempuh melalui upaya pendampingan,” terang Rudi.

Menurut Rudi, dalam rangka mendukung implementasi Undang-undang tersebut pihaknya hadir di desa dengan tugas pokoknya sesuai kapasitas pendamping desa.

“Alhamdulilah Desa Abung Jayo sudah menjalankan tahapan pembangunan infrastruktur dengan menjalankan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD),” tutur Rudi diamini oleh rekan kerjanya Edy Wahid.

Ditempat terpisah, Poniyem salah seorang warga Desa Abung Jayo, merasa senang dengan adanya pembangunan sumur bor yang ada di dusunnya, bahkan perempuan yang akrab disapa Mbah Iyem ini, mengucapkan terimakasih kepada Kepala desa yang telah memperkerjakan suami beserta tetangganya dalam pembangunan sumur bor tersebut.

“Ya senanglah mas, sekarang sudah ada sumur bor, jadi kami disini tidak kekurangan air lagi. Itu yang kerja laki saya, alhamdulilah sama pak lurah di pekerjakan membangun disitu,” kata Mbah Poniyem seraya mengucapkan terimakasih kepada kades Setempat. (P.15)

Comment

News Feed