by

Masih “Membandel” Sebuah Kios di Bongkar Satpol PP Lampura

Lampung Utara, Kabarsebelas.com – Akibat tak mengindahkan himbauan serta teguran dari Pemkab Lampung Utara (Lampura), sebuah kios yang berada di depan Rumah Sakit Handayani Kotabumi Kabupaten Lampura. Senin (1/7/2019) dibongkar paksa oleh Sat-Pol PP setempat.

Menurut Kasat Pol PP Lampura, Firmansyah, MM, menjelaskan sebelum dilakukan penindakan, pihaknya telah mendapatkan laporan dan keluhan dari masyarakat sekitar, kemudian pihaknya melakukan pendekatan persuasif hingga mengirim surat himbauan serta teguran ke para pedagang.

Hingga batas waktu yang diberikan pada tanggal 30 Juni 2019 kemarin agar para pedagang membongkar lapaknya sendiri dan membersihkan dagangannya dari lokasi tersebut, namun dari 13 Kios yang ada disitu, terdapat satu kios yang masih nekat berjualan di malam hari.

“Ya kita buka lapaknya hingga rata dan barang-barangnya kita angkut, hal ini kita lakukan selain mendapat aduan juga untuk menegakkan Perda,” tegas Kasat Firmansyah.

Saat disinggung, terkait relokasi bagi para pedagang yang terkena pembongkaran tersebut, menurut Kasat, awalnya direncanakan di samping Rumah Sakit Handayani, namun dari pihak Kelurahan dan Kecamatan hingga saat ini belum juga bisa bertemu dengan sang pemilik tanah.

“Hingga saat ini pemilik tanahnya belum juga bisa di temui, tapi kami bersama Lurah dan Camat akan terus berupaya dan mencarikan solusinya,” kata Firmansyah seraya menjelaskan untuk sementara ini para pedagang diminta mencari lokasi sendiri guna berjualan.

Senada juga disampaikan Nizar Agung, SH selaku Kabid Penegak Perda Sat-Pol PP Lampura, tindakan tegas yang dilakukan anggotanya sudah sesuai protap, karena sebelumnya juga telah memberikan teguran.

“Sudah beberapa kali kita peringatkan tapi masih saja membandel, ya hari ini kita ambil tindakan tegas,” ungkap Nizar

Menurutnya, dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) pihaknya tidak tebang pilih, sehingga aksi pembongkaran tersebut dilakukan agar tidak ada rasa kecemburuan antara pedagang satu dengan yang lainnya.

“Dari tiga belas lapak yang ada cuma satu saja yang masih saja berjualan, bahkan ada laporan dari pihak SMA PGRI salah satu lapak tersebut selain menjual rokok, menjual narkoba dan pernah ditangkap oleh pihak kepolisian,” paparnya.

Karena posisi eks kios itu bersebelahan dengan pagar SMA PGRI, sambung Nizar, maka pasca dibongkarnya kios-kios tersebut, nantinya pihak sekolah akan menata areal tersebut agar terlihat indah dan sedap dipandang.

“Nantinya dikawasan itu, sama pihak sekolah akan dibersihkan, di cat dan dibuat taman penghijauan, karena selama ada lapak-lapak yang berjualan selama ini, selain menutupi sekolahan juga terlihat kumuh,” ujarnya. (P.15)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 comments

News Feed