Polres Karawang di Minta Ekspos Nama Yang di Sodorkan Kasubag Novi, Soal Aliran Dana 3,9 Miliar dari PDAM

Karawang, Kabarsebelas.com – Satreskrim Polres Karawang di minta untuk segera membuka dan ekspos nama nama penerima aliran uang haram sebesar 3,9 Miliar yang di beberkan Novi Farida Kasubag Keuangan PDAM Tirtatarum Karawang

Pasalnya, beberapa pekan yang lalu Novi Farida kepada penyidik Polres Karawang ‘blak blakan’ serta menyerahkan 25 nama oknum yang di duga ikut menikmati aliran duit PDAM Tirtatarum yang sebenarnya untuk pembayaran utang bahan baku air ke PJT II dan data voucer serta pembayaran gaji pegawai PDAM.

“Penyidik Polres Karawang harus segera ekspos nama nama penerima aliran uang harap dari PDAM, “Tegas Andri Kurniawan selaku pemerhati Pemerintahan, Selasa (2/7/2019)

Namun, setelah setelah Novi Kasubag keuangan PDAM membeberkan 25 nama yang di duga menerima aliran uang haram gejolak kasusnya mulai redup.

Ia beeharap agar pihak penyidik dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Karawang terus bekerja mendalami pengakuan mantan Kasubag Keuangan PDAM Tirtatarum Karawang, dan segera untuk melakukan ekspos nama nama yang di sodorkan Novi yang di duga penerima aliran uang haram tersebut.

“Saya yakin Penyidik Polres Karawang akan segera untuk melakukan ekspos terkait dugaan hilangnya uang 3,9 Miliar di PDAM,”katanya

“Pada prinsipnya, saya percaya pada kredibilitas serta kompetensi kawan – kawan penyidik di Unit Tipidkor Polres Karawang, pasti dapat menuntaskan perkara PDAM secara objektif dan transfaran,”tuturnya

Mengenai ada beberapa pihak yang di sebut sebagai penerima aliran uang tersebut, memang perlu untuk di buat terang benderang, agar tidak menimbulkan spekulasi – spekulasi negatif bagi publik.

Sebab di antara pihak – pihak yang di duga menerima merupakan bagian dari Pemerintahan dan institusi penegak hukum.

“Tapi ya kalau pun benar adanya? Ituu bagian dari oknum saja. Tapi bagaimana pun, tetap lemabaga ikut tercoreng,”jelasnya lagi

“Maka dari itu, ia meminta agar segera di buat terang saja. Sehingga publik dapat segera mengetahui siapa – siapa saja oknum yang di duganya? Siapa dari pejabat Pemdanya, siapa dari DPRDnya, dan siapa dari unsur penegak hukumnya? Agar terklarifikasi langsung kepada publik. Bagaimana pun ini berkaitan dengan marwah, martabat dan kehormatan lembaga – lembaga terkait,”pungkasnya(red)