by

DLHK dan Kodam III Siliwangi Sepakat Bersihkan Bantaran Sungai Citarum Menjadi 128 Desa di Karawang

-Lainnya-140 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Pemerintah Kabupaten Karawang, bersama Tim Komandan Sektor Penanggulangan Sungai Citarum dari Kodam III Siliwangi, menyiapkan rencana aksi untuk membersihkan Sungai Citarum di 128 desa yang ada di 18 Kecamatan di Karawang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Wawan Setiawan mengatakan, kita siap mendukung rencana aksi yang dibuat oleh Komandan Sektor Sungai Citarum dari Kodam III Siliwangi.

“saat ini kita sudah sepakat untuk membersihkan bantaran sungai Citarum di 128 desa yang ada di Karawang,” ucap Wawan usai melakukan rapat kordinasi dengan Komandan Sektor Penanggulangan Sungai Citarum, Rabu (3/7) di kantor DLHK Karawang.

Dikatakan Wawan, sebelumnya fokus pembersihan bantaran sungai CItarum itu hanya 51 desa, namun ada penambahan menjadi 128 desa sesuai kesepakatan bersama Gubernur Jawa Barat. Saat ini DLHK akan melakukan pemetaan dan membuat jadwal rencana aksi dari masing-masing sektor untuk mengatur alat yang dibutuhkan.

“Saat ini sarana dan prasarana masih terbatas, sebab pengadaan belum dilakukan dan masih membutuhkan waktu,” katanya.

Sementara itu pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk menyalurkan anggaran dana desa untuk menganggarkan sarana dan prasarana kebersihan khususnya di desa yang menjadi fokus program Citarum Harum.

“Koordinasi tersebut mengenai aturan tentang dana desa juga sudah menunjang untuk pengadaan alat-alat penunjang kebersihan,” katanya.

Sementara itu, Kolonel Inf Utoh Zaendy. selaku Komandan Sektor 18 Citarum Harum mengatakan, dalam rakor tersebut nanti kedepannya akan ada tindakan lanjutan, yang awalnya 51 Desa yang saat ini dikerjakan ternyata setelah Kadis DLHK rapat bersama Gubernur Jawa Barat berubah menjadi 128 desa dan para Dansektor tetap fokus ke 51 desa terlebih dahalu sambil menunggu penambahan desa dari Kadis DLHK.

“Kegiatan Sektor 18 sendiri dimulai bulan Mei 2019, pada initinya rakor tadi, pertama singkronisasi jadwal untuk sosialisai, pengecakan ipal Perusahaan dan karya bakti dibantaran sungai ” ucap Dansektor 18, Kolonel Inf Utoh Zaendy.

Dia mengatakan, di sektor 18 ada 6 Desa dalam pantauan Dansektor, diantaranya, Desa Anggadita, Desa Gintung Kerta , Desa Kiara Payung, Desa Walahar, Desa Parung Mulya dan Desa Kutamekar, dengan jarak sungai sepangjang 7, 8 km dimulai dari Walahar sampai Jembatan Rumah Embe 2.

“Saat ini kita Focus untuk pembersihan sampah, pembersihannnya sendiri melaui ada yang dibakar, di timbun dan bikin lubang – lubang sampah, sedangkan untuk Desa masing – masing kita sudah buatkan TPS ” ungkapnya

Ia menambahkan untuk sungai yang dangkal mungkin masih bisa dikerjakan dan untuk pengerukan memakai alat berat belum dimulai kemungkinan akan dilakukan diakhir tahun karena alat beratnya sangat terbatas

“kita terkendala alat beratnya sebab bergiliran dengan sektor lain, sedangkan masyarakat sendiri sangat mendukung banget dengan adanya program citarum harum dan untuk menggerakan masyarakat itu tidak susah,” katanya.

Dikatakan juga, di sektor 18 ada 23 perusahanan, tapi akan fokus ke peurahaan yang buang limbah ke sungai citarum, untuk saat ini ada perusaan yang diketahui membuang limbah ke sunagii citarum, karena saat ini baru penjajakan survei Perusahaan.

“Apabila ada perusahaan yang melanggar lalu ada foto perusahaan dan foto ipal, tahap awal kami juga memberikan surat pemberitaun yang bersifat penekanan agar ipal nya itu sendiri ditertibkan, dan nanti dari semua intansi terkait akan melakukan pengecekan,” tutupnya. (moy)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed