Penanganan Kasus Hilangnya Uang 3,9 Miliar di PDAM Belum Ada Titik Terang, Padahal Nama Penerima Sudah di Bocorkan

Karawang, Kabarsebelas.com – Penanganan kasus hilangnya uang 3,9 Miliar di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtatarum belum juga ada titik terang. Padahal, Novi Kasubag Keuangan (PDAM) Tirtatarum Karawang sudah membeberkan nama nama dugaan penerima uang haram terebut kepada Unit Tindak Pidana Korupsi (Tidpikor) Polres Karawang.

Pasalnya, masalah ini sebelumnya sudah membuat gaduh Karawang, setelah bocornya surat Direksi PDAM Tirtatarum Karawang kepada owner dimana isi surat tersebut substansinya melaporkan hasil dari rekonsiliasi tim di internal PDAM atas penelusuran uang yang di duga hilang tersebut.

Andri Kurniawan, salah seorang pemerhati politik dan pemerintahan berpendapat, perkara yang sudah cukup lama sampai hari ini belum ada titik terang kemana hilangnya dan siapa yang mencurinya uang 3,9 Miliar di Perusahaan plat merah tersebut.

“Perkara ini sudah cukup lama di tangani oleh Unit Tipidkor Polres Karawang, dan progres penanganannya sampai saat ini belum dapat di update oleh publik. Apa kah masih dalam tahap penyelidikan, atau kah sudah masuk tahap penyidikan? Kita semua belum tahu,”Kata Andri, Senin (8/7/2019)

Namun, masyarakat Karawang agak sedikit ada harapan setelah mendapatkan angin segar terkait adanya stetmen dari kuasa hukum Kasubag Keuangan PDAM Tirtatarum Karawang.

“Tapi setidaknya, ada angin segar pasca adanya statement dari kuasa hukum mantan Kasubag Keuangan PDAM Tirtatarum Karawang, yang mengungkap soal adanya 25 pihak yang di duga menerima aliran dana tersebut? Artinya, tirai perkara ini sudah sedikit mulai terbuka ke publik. Bahwa memang patut di duga ada uang PDAM Tirtatarum Karawang yang bercecer ke luar,”jelasnya.

Tapi persoalannya kata Andri, apakah memang benar uang tersebut sebesar Rp 3,9 miliar? Ini kan perlu pembuktian lebih lanjut. Karena selama ini beredar kabar uang PDAM untuk pembayaran air baku ke Perusahaan Jasa Tirta (PJT II) sebesar Rp 3,9 yang hilang dan goib keberadaannya?

“Selain soal pembuktian aliran uang, persoalan hasil rekonsiliasi tim internal PDAM juga perlu untuk di perjelas terlebih dahulu. Apa kah benar uang sebesar Rp 3,9 miliar yang di duga hilang itu merupakan uang untuk pembayaran kepada PJT II semua. Yang tidak kalah penting, muncul angka Rp 3,9 miliar tersebut harus benar – benar dapat di validasi kebenarannya,”pintanya

Lanjut Andri, karena angka yang sebelumnya beredar Rp 2,9 miliar, lalu bertambah menjadi Rp 3,9 miliar. Dari sini saja saya merasa heran, kok untuk urusan angka saja tidak konsisten dan berubah – rubah begitu? Jadi yang patut di pertanyakan kepada tim rekonsiliasi internal PDAM, berapa sebenarnya jumlah hutang PDAM ke PJT II yang belum di bayarkan?

“Masalah ini harus segera dapat di jawab oleh tim rekonsiliasi PDAM secara detail. Karena selama ini publik sudah terlanjur meyakini, bahwa uang yang hilang secara goib dan peruntukannya untuk pembayaran air baku ke PJT II adalah sebesar Rp 3,9 miliar,”Pungkasnya.(red)