by

Puluhan Bidan dan Dokter di Karawang Masih Terima Honor Kecil

Karawang, kabarsebelas.com – Bidan dan dokter lulusan D3 dan S1, disinyalir masih menerima honor kecil. Tidak hanya itu, dengan honor kecil serta status yang tak jelas tak sebanding dengan tuntutan kualitas pelayanan kesehatan yang baik pada masyarakat.

Latar belakang inilah yang menjadikan bidan dan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) Karawang mengawali gerakannya untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

Di samping itu, bidan dan dokter PTT Karawang menggelar Diskusi Publik dengan tajuk ‘Peranan Bidan dan Dokter (PTT) Dalam Peningkatan Kesehatan di Kabupaten Karawang’.

Sekitar 50 perwakilan bidan dan dokter puskesmas yang tersebar di 30 kecamatan di Karawang hadir dalam diskusi publik ini.

Selain itu, sejumlah narasumber seperti Wakil Ketua Komisi IV DPRD Karawang Endang Sodikin, Komisi I DPRD Karawang Indriyani, sampai Plt Kadinkes Karawang Nurdin Hidayat hadir dalam kegiatan ini.

“Diskusi publik ini pertama kalinya digelar di Karawang. Kita berharap ke depan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah tentang kesejahteraan dan status. Karena selama ini kita telah mengabdi di Kabupaten Karawang,” kata Ketua Pelaksana Diskusi Publik, Bidan Hesti Setianti, Selasa (09/07/2019).

Sementara itu, Ketua Forum Bidan dan Dokter (FORBIDOK) Karawang, dr. Oma Sutisna menjelaskan, kegiatan diskusi publik ini merupakan ajang silaturahmi dan menunjukan eksistensi mengenai keberadaan bidan dan dokter PTT Karawang.

Menurutnya, ada sekitar 141 bidan PTT dan 33 dokter umum dan gigi PTT yang sudah mengabdi selama 5 tahun di 50 puskesmas yang tersebar di 30 kecamatan di Kabupaten Karawang.

Namun pada kenyataannya, lanjut dr. Oma, semenjak keluarnya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), payung hukum status bidan dan dokter PTT semakin tidak jelas. Padahal di sisi lain, bidan dan dokter PTT sudah lama mengabdi kepada masyarakat.

“Kita jadi harap-harap cemas. Inilah yang menjadi masalah. Harapan kami status dan honor. Kami minta status dengan payung hukum yang jelas mengenai keberadaan bidan dan dokter PTT. Inilah yang sedang kita erjuangankan dari dulu untuk menjadi ASN atau PNS,” ujar Oma.

Ia mengatakan, sebanyak 140 orang sudah menjadi tenaga kesehatan bidan PTT di Karawang sejak 2012. Adapun penerimaan tenaga kesehatan bidan dan dokter umum dan gigi 2012-2018 di Karawang sebanyak 80 orang. Semenjak saat itu, dari tahun ke tahun bidan dan dokter PTT dibebankan tanggungjawab peningkatan kualitas kesehatan.

“Perpanjangan kontrak kerja bidan dan dokter PTT di Karawang ada yang sampai usia 40 tahun masih dipakai. Artinya, Karawang masih sangat membutuhkan bidan dan dokter PTT. Tapi persoalan honor kecil dan ketidakjelasan status dari dulu tidak pernah ada solusi. Maka melalui forum ini kita akan memulai perjuangan itu semua,” pungkasnya. (moy)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

30 comments

  1. 426188 479249Often the Are usually Weight reduction plan is unquestionably an low-priced and flexible weight-reduction plan product modeled on individuals seeking out shed some pounds combined with at some point sustain a far healthier your life. la weight loss 336844

  2. 156367 194218I genuinely enjoy your internet site, but Im having a difficulty: any time I load one of your post in Firefox, the center of the internet page is screwed up – which is bizarre. Might I send you a screenshot? In any event, keep up the superior work; I surely like reading you. 848266

News Feed