by

Ini Tanggapan Dir Program DMI Pusat Soal Maraknya Prostitusi Online di Hotel Berbintang di Cikarang

-Lainnya-130 views

Bekasi, kabarsebelas.com – Praktek prostitusi kini sudah menjalar ke fasilitas lain. Misalnya, bisnis esek-esek tersebut sudah memulai ke level yang lebih digitalisasi, seperti bookingan melalui online.

Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara, dengan seiring tumbuhnya hotel-hotel mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang yang diperuntukkan bagi ekspatriat dan pribumi dari kalangan menengah hingga atas.

Dengan ada seperti inilah menjadi target bagi para wanita penjaja seks juga mucikari untuk berbisnis seks secara online dengan fasilitas hotel-hotel berbintang di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Hal tersebut menuai tanggapan dari Direktur Program Dewan Masjid Indonesia Pusat, dan juga Dosen Universitas President, Dr. H. Munawar Fuad Noh yang mengatakan, faktor utamanya ada pada Kepala Daerah (Bupati, red) termasuk Legislator (Dewan, red) yang punya komitmen menjaga tegaknya agama dan hukum dalam kehidupan sehari-hari.

“Faktor lainnya, kegagalan pemimpin dalam menghaditkan peluang dan kesempatan kerja sehingga membebani rakyat yang akhirnya mengambil jalan pintas,” imbuh Fuad, Kamis (11/07/2019).

Dirinya menjelaskan, diperlukan keseriusan pemimpin daerah dan tokoh agama dalam rehabilitasi bagi para pekerja seks.

“Sangat malu, naif dan aib bagi Bekasi. Dan menurut agama, semua akan menanggung beban dan akibat hukuman dunia akherat,” ucapnya.

Dikatakan Fuad, mereka adalah korban dan terdampak dari dari kesenjangan sosial ekonomi ditambah perlunya penguatan iman dan takwa.

Fuad berharap, pemda dan aparat penegak hukum harus hadir dan tegas. Bisnis prostitusi dilarang secara moral, legal dan sosial. Sehingga, tidak ada lagi kesempatan bagi pekerja seks komersil dan mucikarinya yang menggunakan fasilitas hotel di Cikarang untuk menjalankan bisnisnya.

Dan untuk hal tersebut, seharusnya pihak management hotel pun harus menerapkan aturan yang bisa melarang kegiatan tersebut.

Bahkan tidak bisa dipungkiri, adanya penyewaan fasilitas kamar hotel berbintang untuk bisnis esek-esek diduga ada keterlibatan orang dalam. (tim red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 comments

News Feed