by

Kemarau Panjang, Petani Padi di Subang Alih Profesi Jadi Pembuat Batu Bata

-Ekbis-42 views

Subang, kabarsebelas.com – Kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Barat, khususnya daerah Subang harus mengalami mengalami kekeringan. Hal itu dirasakan para petani padi di wilayah Pantura Ciasem, Subang, Jawa Barat.

Dengan begitu, para petani di wilayah tersebut memanfaatkan musim ini dengan beralih profesi sebagai pembuat batu bata untuk mendapatkan penghasilan.

Petani Desa Ciasem Tengah, Kecamatan Ciasem, Subang, Karsim (45) mengatakan, dirinya memanfaatkan lahan sawah miliknya yang alami kekeringan dijadikan lokasi pembuatan batu bata.

“Sudah dua bulan alih profesi buat batu bata, karena lahan pertanian tak bisa ditanami padi. Dari pada bertani di musim kemarau kaya gini, air susah,” tutur Karsim, di lokasi, Kamis (11/07/2019).

Sementara untuk membantu pembuatan batu bata, Karsim mengajak saudaranya untuk melakukan pembuatan batu bata dari mulai membuat bahan, mencetak, menjemur, dan membakar batu bata.

“Kalau sekarang yang lebih menghasilkan adalah batu bata, yang penting dapur bisa ngebul terus,” imbuh Karsim.

Dirinya mengaku, dalam sehari bisa membuat seribu buah batu dengan dihargai satu Rp500 per bata matang. Sedangkan pembeli biasanya datang sendiri dari wilayah Ciasem dan sekitarnya.

Karsim menambahkan, profesi yang digelutinya ini tidak akan dilakukan untuk selamanya.

Ia mengatakan, menjalani profesi ini hingga musim kering berakhir.

“Ya moal selawase gawe bata kie go (Ya tidak selamanya membuat batu bata terus), sementara bae, ko wis manjing musim udan, tetep kula dadi petani maning (sementara saja, kalau sudah musim hujan, tetap saya jadi petani lagi,” pungkas Karsim dengan logat bahasa dan dialek Pantura. (ahd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed