by

Engkus Kusnaya, AM dan 12 PPK, Lolos Dari Jeratan Pidana, Soal Jual Beli Suara

-Politik-88 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang dari hasil rapat Gakkumdu yang didalamnya ada Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan tidak bisa melanjutkan perkara hukum terkait jual beli suara pemilu legislatif tahun 2019 yang melibatkan EK Budi Santoso atau H. Engkus Kusnaya dari Celeg Partai Perindo kepada Komisoner KPU Asep Muksin dan 12 PPK, dan perkaranya tidak bisa diteruskan karena tidak cukup alat bukti.

Menurut Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri, jadi rapat sentra gakkumdu tersebut, menilai perkara ini tidak bisa diteruskan karena barang buktinya tidak mencukupi.

Barang bukti yang diserahkan oleh Engkus Kusnaya berdasarkan hasil klarifikasi, bahwa Engksu Kusnaya hanya memberikan berupa foto copy, scren shot dan rekaman pembicaraan di whats up.

Pihaknya sempat meminta bukti bukti yang real berupa rekening koran hasil transfer transaksi dan foto, pada saat mengklarifikasi Engkus Kusnaya untuk bisa dijadikan alat bukti yang sah.

Namun, pada saat pihaknya meminta alat bukti tersebut untuk dijadikan alat bukti yang sah, Engkus Kusnaya, AM, dan 12 PPK malah tidak mengetahuinya.

“pada saat di klarifikasi sudah diminta alat bukti, misalnya bukti transaksi. Transaksi ini kan yang paling dinyatakan bisa disebut bukti resmi yang sah itu di buktikan dengan rekening koran, bahwa benar transaksi itu terjadi,”Kata Roni, Jum’at (12/7/2019)

Kemudian kata Roni, pihaknya terus mendalami kasus ini namun, pihaknya tidak mendapatkan cukup bukti terkait jual beli suara yang dilakukan oleh Engkus Kusnaya yang melibatkan AM dan 12 PPK.

Dalam perkara ini, Roni mengatakan untuk AM selaku komisionsr KPU dan 12 PPK diduga telah melakukan pelanggaran kode etik, karena mengacu ke pasal 54 Undang Undang Pemilu No 7 tahun 2017.

Sementara untuk Engkus Kusnaya dikenakan pasal 523 Undang Undang Pemilu no 7 tahun 2017 tentang politik uang dengan hukuman maksimal 4 tahun hukuman penjara dan denda sebesar 48 juta. Namun, karena tidak cukup bukti, Engkus Kusnaya lolos dari jeratan hukum.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed