by

Disorot Banyak Pembanguan Infrastruktur Terbengkalai, Sekda Akan Pangkas Dana Aspirasi Dewan

Karawang, Kabarsebelas.com – Kurangnya anggaran jadi penyebab banyaknya pengerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karawang yang masih terbengkalai dan tidak pernah selesai dikerjakan dalam satu tahap anggaran.

Hal tersebut diungkapkan Acep Jamhuri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, alasan beliau bahwa penyebab banyaknya pembangunan infrastruktur yang tidak pernah selesai dalam satu tahap anggaran itu karena kurangnya anggaran.

“Duitnya, duitnya kita kalau mau tegas, ya tegas semua,” tandasnya dengan nada suara meninggi, saat di mintai konfirmasi oleh awak media usai rapat Paripurna di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Karawang.

Dengan nada sedikit kesal, Sekda Acep mamaparkan, mulai saat ini semua yang namanya anggaran, termasuk anggaran aspirasi yang penunjukan langsung akan di fokuskan kepada anggaran yang besar besar. Sehingga tidak ada lagi banyak judul anggaran.

“Nanti anggaran Aspirasi yang penunjukan langsung kita pangkas, kita arahkan sebagian kepembangunan yang besar. Tidak banyak judul, kedepannya kita fokus kepada anggaran yang besar,”tandasnya.

Kemudian kata Acep, agar lebih efektif dan efesien dan akan lebih terlihat penggunaanya agar dana aspirasi yang penunjukan langsung diarahkan kepada pembanguan yang besar.

“Sebenarnya dana aspirasi tidak mengganggu hanya untuk efesiensi anggaran saja. Pembangunan nantinya harus selesai setahun, tidak dua tahun tidak tiga tahun, seperti ini jadinya terbengkalai karena kurang duit,” tegas Acep.

Lanjut Acep, nanti tidak ada lagi pembangunan yang sepotong potong karena tidak terlalu banyak judul.

“Jadi nanti enggak sepotong -sepotong judulnya, kayak muja saja. Jalan pengen cepat selesai, pembangunan pengen cepat selesai, jadi judulnya tidak terlalu banyak judul,” ucapnya setengah berseloroh.

Ditemui terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Karawang Fraksi PDIP Nathala Sumedha secara tidak langsung menyatakan keberatannya terkait pernyataan Sekda Acep Jamhuri, untuk lebih memfokuskan sebagian anggaran aspirasi yang kecil-kecil untuk anggaran pembangunan yang besar.

Menurut Nathala, bicara aspirasi sama dengan bicara hasil Musrembang Kabupaten atau Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.

Permasalahannya, lanjut Nathala kemudian kenapa aspirasi menjadi kecil-kecil, karena tidak adanya aturan bupati yang mengakomodir kebutuhan jalan lingkungan dan jalan setapak masayarakat. Sementara bantuan yang diberikan kepada desa pun tidak mencukupi.

“Sehingga kami berharap kalau mau seperti itu coba dimasukan dulu aturannya, supaya jalan-jalan desa yang kecil-kecil itu bisa dimasukan ke APBD. Ini kan problem, kenapa drainase bisa jalan antar desa bisa tetapi jaling dan japak tidak bisa, kebutuhan masyarakat kan bukan hanya dijalan utama,” ujarnya.

Dikatakan Nathala, Secara umum DPRD akan mengikuti semua aturannya, tetapi pertanyannya bisa tidak pemerintah daerah memenuhi apa yang memang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Selama ini kan keluhan dan pengaduan mereka ini tidak pernah direspon dan hanya bisa ditutupi oleh aspirasi dewan yang memang ketika kami disumpah pun kami harus menyerap aspirasi masyarakat.

Terakhir diungkapkannya, Banyak pos yang sebetulnya bisa di efesiensikan mulai dari perjalanan dinas, pembelian kebutuhan dan perlengkapan, makan-minum rapat-rapat .

” hal ini bisa semua dilakukan efesiensi, makanya dari kebutuhan kita itu apa yang harus di prioritaskan,” pungkasnya.(red)

Comment

Leave a Reply to Phung Konzal Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 comments

  1. 734045 167120Actually your creative writing skills has encouraged me to get my own website now. Actually the blogging is spreading its wings rapidly. Your write up is a great example of it. 717497

  2. 190347 184033Hi there! I simply want to give a huge thumbs up for the good data you could have correct here on this post. I will likely be coming once more to your weblog for a lot more soon. 412225

News Feed