by

Engkus Kusnaya Diduga Gunakan Uang Yayasan Kesehatan CMB Untuk Jual Beli Suara di Pileg 2019

-Politik-68 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Aliran uang haram kepada 12 PPK dan oknum Komisioner KPU Kabupaten Karawang diduga berasal dari rekening Yayasan Kesehatan Cerdas Mutiara Bangsa yang ada di Depok.

Uang haram tersebut diduga dipergunakan untuk jual beli suara di Pileg 2019 lalu. EK Budi Santoso mentransfer uang tersebut melalui rekening Yayasan Kesehatan Cerdas Mutiara Bangsa kepada rekening 12 PPK dan 1 oknum Komisioner.

Ketika dikomfirmasi kepada EK Budi Santoso caleg Perindo terkait transferan uang yang masuk kepada 12 PPK dan 1 oknum komisioner KPU itu berasal dari Yayasan Kesehatan Cerdas Mutiara Bangsa dan itu benar dan diakui olehnya

“emang kenapa, itu yayasan saya punya ko,”Singkat EK Budi Santoso atau yang akrab dikenal Engkus Kusnaya, ketika di hubungi lewat aplikasi Whatshap beberapa waktu lalu.

Kemudian ketika ingin lebih jauh menanyakan soal hal tersebut bahwa dirinya sedang ada di Jakarta dan belum pasti kapan adalagi di Karawang.

“Saya ada di Jakarta, belum tau kapan adalagi di Karawang,”Jelasnya.

Disisi lain Praktisi Hukum M Gary Gagarin Akbar, memberi pandangan terkait Yayasan Cerdas Mutiara Bangsa (CMB) milik Kusnaya yang disebut-sebut ikut terseret dalam pusaran kasus yang menghebohkan publik Karawang itu. Karena, Kusnaya mentransfer sejumlah uang ke mereka melalui rekening Yayasan Cerdas Mutiara Bangsa yang berlokasi di Cinere, Depok.

Gary berpendapat, soal adanya posisi kusnaya di yayasan tersebut, apa sebagai pengurus, pembina atau pemilik. Artinya ada penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang disana.

“meski dia entah sebagai pembina, pengurus atau yang punya dan posisinya adalah sebagai ketua, jika yayasan itu kemudian dijadikan wadah karena uangnya disitu rekeningnya disitu untuk menghilangkan jejaknya, Yayasan bisa saja terjerat tergantung nanti pengembangan dari penyidik,” katanya lagi menjelaskan.

Lebih lanjut ia mengatakan, Yayasan itu tidak mungkin bertindak sendiri, yayasan bertindak melalui pengurus.

“Jika ingin dijerat pasti kena, maka dua dua nya bisa kena. Pengurus kena tindak pidananya, yayasan bisa dicabut status badan hukumnya,” pungkasnya.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed