by

KPAD Kab. Bekasi: Cegah Bullying Hingga Jerat Hukum Bullying Di Sekolah

Bekasi, kabarsebelas.com – Memasuki tahun pelajaran baru 2019 di lingkungan satuan pendidikan, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi berkesempatan menyampaikan materi terkait “Pencegahan Bullying Di Lingkungan Sekolah” pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), diantaranya SMK Bina Prestasi Tambun Selatan, Selasa (16/07/2019), SMPIT Haji Abdul Malik Cikarang Barat, Rabu (17/07/2019), SMK Ekuintek Sukatani, Kamis (18/07/2019).

Anggota komisioner KPAD Kabupaten Bekasi, Muh Rojak berpendapat, pencegahan Bullying di sekolah sangat penting disampaikan di lingkungan satuan pendidikan.

“Mengingat kami pernah mendapatkan laporan pengaduan pada akhir Desember 2018 lalu, seorang pelajar kelas IX SMP swasta di Babelan pernah menjadi korban bullying oleh rekan pelajar dan guru hingga korbannya mengalami depresi berat karena dituduh berpacaran padahal sebenarnya tidak,” ujar Rojak, Minggu (21/07/2019) malam.

“Waktu itu kami sangat prihatin melihat kondisi depresi berat korban yang dibuli karena dalam beberapa bulan kemudian akan mengikuti Ujian Nasional SMP, kami lakukan pengawasan perkembangan psikologis bagi korban. Waktu itu kami sarankan korban, akhirnya dipindah sekolahnya karena masih trauma dengan sekolah lamanya. Dan akhirnya berhasil kami pindahkan ke sekolah SMP Negeri yang dekat dengan tempat rumah tinggal korban di Babelan. Alhamdulillah, kondisinya menjadi lebih baik,” sambungnya.

Di samping itu, edukasi pengetahuan pencegahan bullying di lingkungan satuan pendidikan harus dilakukan terus-menerus karena dampak bullying dapat mengancam harga diri, kepercayaan diri, terisolasi dari pergaulan hingga performa belajar yang merosot, bahkan dalam beberapa kasus, anak yang tak kuat menerima bullying lebih banyak menyendiri, depresi hingga bunuh diri.

KPAD Kabupaten Bekasi mengingatkan kepada institusi pendidikan, orang tua, dan masyarkat untuk ikut serta menjaga anak-anak dari tindakan bullying. Perbuatan tindakan bullying masuk disebutan di dalam Undang-undang 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 76C yang berisi setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.

Rojak menjelaskan, bullying merupakan serangkaian aksi negatif dan agresif, dengan tujuan menggangu, dilakukan oleh satu atau sekelompok terhadap pihak yang lemah, selama kurun waktu tertentu, bermuatan kekerasan, dan secara tersembunyi.

“Pelakunya dapat dijerat sebagaimana diatur Pasal 80 UU 35/2014 (1) Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah),” pungkas Rojak. (ard)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 comments

  1. 734019 764625An intriguing discussion will probably be worth comment. I think that you simply write significantly more about this subject, it might become a taboo topic but usually consumers are inadequate to communicate in on such topics. To an additional. Cheers 78847

  2. 831365 822893Hi! Do you know if they make any plugins to safeguard against hackers? Im kinda paranoid about losing everything Ive worked hard on. Any guidelines? 36953

  3. 766148 375262I dont normally check out these types of web sites (Im a pretty modest person) – but even though I was a bit shocked as I was reading, I was undoubtedly a bit excited as well. Thanks for making my day 756373

  4. 761639 959812In case you have been injured as a result of a defective IVC Filter, you must contact an experienced attorney practicing in medical malpractice cases, specifically someone with experience in these lawsuits. 396627

  5. 974799 9338Spot on with this write-up, I truly feel this website needs considerably far more consideration. Ill probably be once more to read a lot more, thanks for that information. 844307

News Feed