by

Hari Bhakti Adhyaksa 2019, Ini Pesan Kajari Kepada Jajaran

-Hukrim-77 views

Sumedang, Kabarsebelas.com -Peringatan puncak Hari Bhakti Adhyaksa ke -59 tahun dan Hut XIX Adhyaksa Dharmakarini 2019, 2019 di tingkat Kejaksaan Negeri Karawang, dilaksanakan dengan apel peringatan dan syukuran pada Senin (22/7) pagi.

Pada Hari Bhakti Adhyaksa ke 59 tahun 2019 yang diperingati dalam tema Tingkatkan pengabdian demi kemajuan, keunggulan dan keutuhan NKRI, Kepala Kejari Sumedang, memberikan pesan khusus kepada jajaran Kejaksaan Negeri Sumedang.

Kepala Kejari Sumedang Riski Fahrudi, pada sambutannya mengatakan momen peringatan ini merupakan sebuah introfeksi diri, meningkatkan profesionalitas kemampuan perorangan dan satuan sebagai bekal mengantisipasi, menangani dan menuntaskan setiap masalah dan tugas yang akan dan sedang dihadapi.

“Pesan ini selalu kami lakukan setiap saat, karena kita tidak ada yang sempurna, menjaga ke profesional kinerja tetap sigap dan selalu tegakkan hukum jujur dan adil,”kata Riski Fahrudi, Senin (22/7).

Dia juga meminta jajarannya memupuk semangat solidaritas untuk mampu bekerjasama, berkoordinasi dan bersinergi, memegang teguh prinsip dan jati diri agar tetap terjaga dan dijunjung tinggi.disertai kepekaan cepat melakukan langkah perbaikan dan koreksi.

lanjut Riski, tahun 2019 ini kami sudah canangkan wilayah zona bebas korupsi WBKWBBM, khusus bagi masyarakat pelanggar tilang bisa tanyakan langsung melalui kontak pelayanan tilang kami.

“Bahkan kami sudah bisa antar tilang ke rumah penduduk melalui pos, namun setelah memenuhi pembayaran tilang melalui bank BRI tenntunya,” jelasnya

Kejari Sumesang juga di hari Bhakti adhyaksa, menghimbau pada setiap desa, kami terbuka untuk di ajak konsultasi terhadap pengelolaan dana desa dalam mencari solusi langkah terbaik tidak salah aturan hukum, ini pun bukan berarti kami pintar atau tau segalanya, namun setidaknya kami akan membantu ke jalur sesuai rel yang semestinya, sehingga tidak merusak prosedur dan melanggar hukum.

“Masalah penegakan hukum kami tegaskan ,kami pasti tindak apa bila sudah melanggar hukum, untuk itu jangan coba coba menyalahi aturan dan jangan lakukan korupsi,” tegasnya.

Kedepan, Kejari Sumedang akan dijadikan lembaga percontohan layak anak, dimana Sumedang ini bisa disebut ironis, karena hak anak banyak tidak hargai atau kurang bertoleransi, seperti kejadian ayah perkosa anak kandung dan sebagainya kala orangtua yang mengambil hak anak, maka menghadapi itu semua tentunya kita harus lebih oftimal dalam memberikan pelayanan,” pungkasnya.
(Deni)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 comments

News Feed