by

RPJMD Harus di Revisi, BLK Kembali Gagal di Bangun

Karawang, Kabarsebekas.com – Untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lewat Balai Latihan Kerja (BLK) yang rencana mau di bangun di setiap dapil, pupus. Meskipun sudah masuk dalam program rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) di Pemerintahan Cellica-Jimmy namun, kembali BLK gagal di bangun.

Ide dan gagasan untuk membangun BLK sebenarnya dari pemerintahan sebelum Cellica-Jimmy sudah direncanakan masuk ke program RPJMD kemudian tidak terlaksana. Akhirnya masuk lagi di RPJMD Pemerintahan Cellica-Jimmy, namun sampai hampir jabatan Cellica-Jimmy selesai pembangunan BLK belum juga terlaksana.

Menurut Suroto Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang ketika di temui Kabarsebelas.com, rencana untuk pembangunan BLK itu akan dilaksanakan di 6 Dapil, bahkan yang sudah sedia lahanya ada di 3 Kecamatan, yaitu Rengasdengklok, Cilamaya Kulon, dan Pangkalan.

Lanjutnya, dari 3 Kecamatan yang sudah tersedia lahannya, yang baru di bangun itu hanya di Kecamatan Pangkalan, namun pembangunnya hanya untuk perkantoran saja sedangkan untuk bangunan workshop dan yang lainnya belum.

“Untuk pembangunan gedung BLK di Kecamatan Pangkalan itu baru gedung perkantoran dan dianggarkan sekitar Rp 850 juta, sedangkan untuk anggaram satu BLK itu mencapai 5,6 Miliar, jadi satu BLK saja belum selesai dibangun, karena gedung work shop dan fasilitas lainnya belum di bangun,”Tegas Suroto, Senin (22/7/2019).

Kemudian, Suroto meminta untuk target RPJMD agar di revisi karena pembangunan BLK kembali gagal di bangun. Ia pesimis jika ditahun depan bisa dibangun.

“tahun depan itu berat ada Pilkades dan Pilkada, jadi tidak mungkin akan dibangun BLK,”tegasnya.

Harapannya, dari rencana Pemkab Karawang lewat RPJMD akan membangun 6 BLK, paling tidak 1 BLK dibangun agar bisa jadi percontohan.

“revisi RPJMD harus mencapai target, agar sesuai dengan visi misi,”Katanya

Dirinyapun sudah menyampaikan lewat hearing di DPRD dan Banggar, katanya akan di sampaikan di TAPD. Bahkan ia juga sudah menyampaikan ke Bupati, jawab Bupati suruh pakai dana CSR, namun ia menjawab untuk membangun BLK tidak bisa pakai CSR.

“Dana CSR itu untuk rehab gedung sekolah, dan rutilahu, mana mau perusahaan membangun sampai miliaran rupiah. Satu Gedung BLK sekitar 5,6 Miliar karena harus refresentatif sesuai ketentuan Kemenaker,”pungkasnya.

Penulis : Nurdin Peles

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 comments

  1. 207733 45664You created some decent factors there. I looked on the internet for the problem and found most individuals will go along with with your internet site. 699189

  2. 345977 526779Hey! Do you know if they make any plugins to assist with SEO? Im trying to get my weblog to rank for some targeted keywords but Im not seeing extremely excellent results. Should you know of any please share. Thanks! 959247

  3. 509862 855309I discovered your weblog internet site on google and examine a number of of your early posts. Continue to sustain up the superb operate. I basically extra up your RSS feed to my MSN News Reader. In search of forward to reading much more from you later on! 415074

  4. 330596 432178I havent checked in here for some time as I thought it was finding boring, but the last few posts are excellent quality so I guess Ill add you back to my everyday bloglist. You deserve it my friend 394419

News Feed