by

Tim Ahli Pertamina Tangani Peristiwa di Anjungan Laut Jawa

-Hukrim-83 views

Kabarsebelas.com – PT.Pertamina terus mengerahkan sumber daya terbaiknya untuk penanganan peristiwa yang terjadi di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) selama 24 jam.

Setelah sebelumnya mengirimkan tim tanggap darurat, pengerahan tim penanggulangan dilanjutkan dengan pengerahan sebanyak 7 tim ahli yang berasal dari berbagai sektor. Tim-tim
tersebut dilengkapi dengan lebih dari 20 kapal dan berbagai peralatan yang mendukung seperti oil boom dan puluhan drum dispersant.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, pengerahan tim tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan gelembung gas yang terjadi di anjungan tersebut.

“Kami terus melakukan upaya terbaik untuk penanganan di lokasi dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Kami terus berkordinasi dengan pihak terkait seperti SKK Migas,Ditjen Migas, KLHK, KKKS serta pihak lainnya,” kata Fajriyah Usman,Selasa (23/7) di lokasi.

Lokasi anjungan, kata Fajriyah, terletak sekitar 2 km dari pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat. PHE ONWJ telah mengaktifkan Incident Management Team (IMT) untuk menanggulangi kejadian tersebut.Prioritas utama yang juga telah dilakukan adalah memastikan keselamatan karyawan yang bekerja sebagai bagian dari team emergency response, masyarakat dan lingkungan sekitar, dan memastikan isolasi serta pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Pertamina terus melakukan upaya maksimal untuk penanganan peristiwa ini meskipun skala lapangan YY jauh lebih kecil dibandingkan lapangan dimana insiden pernah terjadi di tempat
lain seperti di lapangan Macondo, Gulf of Mexico.

Gelembung Gas di Sekitar Platform YYA PHE ONWJ terjadi pada Jum’at (12/7) lalu, sekitar
pukul 01.30 WIB telah terjadi well kick pada sumur (re-aktivasi) YYA-1 yang menyebabkan munculnya gelembung di sekitar YYA Platform, Pertamina Hulu Energi
Offshore North West Java (PHE ONWJ), sekitar 2 km dari lepas pantai Utara Jawa.

PHE ONWJ langsung mengaktifkan Incident Management Team (IMT) untuk menanggulangi kejadian tersebut. PHE ONWJ juga telah melakukan sterilisasi untuk pengamanan di sekitar lokasi kejadian dengan
menggunakan Kapal Patroli Keamanan.

PHE ONWJ berkoordinasi dengan SKK Migas, Ditjen Migas dan Angkatatan Laut untuk melarang nelayan mendekat ke lokasi serta instansi terkait dalam liannya dalam
penanganan insiden tersebut, hingga saat ini kami laporkan kondisi terkendali.
(Nandang)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed