KKN Mahasiswa Unsika, Tanam Seribu Bibit Pohon di DAAS Citarum

Purwakarta, Kabarsebelas.com – Dengan melakukan penanaman 1.000 bibit pohon di daerah aliran anak sungai (DAAS) Citarum, Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (25/07/2019).

Kepala Desa Pamoyanan, Cecep Supriyadi mengatakan, guna menumbuhkan kesadaran seluruh masyarakat Desa Pamoyanan, diperlukan adanya contoh yang nyata dalam memberikan edukasi agar dapat ditiru dan dipahami arti pentingnya menjaga lingkungan dengan melakukan penanaman.

“Kegiatan Penanaman 1.000 bibit pohon ini sangatlah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan Desa Pamoyanan. Agar kelak di tahun-tahun yang akan datang, masyarakat tidak merasakan kurangnya sumber air bersih, karena adanya daerah resapan air bersih di Desa Pamoyanan yang menjadi tambang. Maka dari itu, perlu adanya reboisasi seperti ini, ujar Cecep, di sela kegiatan.

Menurutnya, menanam bibit pohon berbatang keras dan buah di sepanjang pematang sawah merupakan sebuah ide yang sangat baik, karena selain nanti bisa dimanfaatkan hasilnya oleh masyarakat, juga bisa menjadi tempat agrowisata desa yang menarik pengunjung untuk datang ke Desa Pamoyanan.

“Bibit pohon ini akan kami jaga dan rawat dengan baik sebagai kenanang-kenangan dari mahasiswa KKN Unsika Desa Pamoyanan,” ucapnya.

Mahasiswa Unsika Melakukan Penanaman 1.000 Bibit Pohon Bersama Kades Pamoyanan, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (25/07/2019).

Selain itu, bibit pohon yang ditanam, di antaranya adalah 500 bibit pohon Mahoni, 100 bibit pohon Sirsak dan 400 bibit pohon Jengkol.

Sementara itu, Koordinator KKN Unsika Desa Pamoyanan, Firman mengaku bangga atas keberhasilan dalam serangkaian kegiatan penanaman dengan kepala desa guna memulihkan kelestarian lingkungan di Desa Pamoyanan dan daerah aliran anak sungai Citarum.

“Selain menjadi program utama tematik Citarum harum, kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk memulihkan ekosistem yang ada di sini, agar kelak di masa yang akan datang, masyarakat dapat merasakan hijaunya desa,” imbuh Firman.

Dirinya berharap, pasca penanaman 1.000 bibit pohon, masyarakat dapat lebih memperhatikan lingkungan dan memiliki antusias yang tinggi dalam menjaga kelestarian dan keindahannya.

“Kami berharap, para pemuda dan masyarakat bisa lebih mendukung aktif dalam menciptakan anak sungai Citarum yang harum ini,” pungkas Firman. (red)