by

Pedagang Pasar Rengasdengklok Keberatan Harga Yang Ditawarkan Pengembang

-Ekbis-133 views

Rengasdengklok, Kabarsebelas.com – Mayoritas pedagang Pasar Rengasdengklok, merasa keberatan dengan harga yang ditawarkan developer PT Visi Indonesia Mandiri. Seperti diketahui untuk dapat memiliki tempat usaha di lokasi baru yang hendak dibangun, PT Visi Indonesia Mandiri menetapkan harga Rp 17 juta/meter untuk los, sementara untuk kios ditetapkan harga Rp 19 juta/meter2.

Dikatakan salah seorang pedagang kaki lima, Jefri Wilyana, untuk memiliki satu buah kios dengan ukuran 3×3 meter saja pedagang harus membelinya dengan harga Rp 171 juta rupiah. Sehingga untuk DP nya saja misalkan 30 persen, berarti pedagang harus menyediakan uang sekitar Rp 51,7 juta. Hal tersebut sangat jauh dari kemampuan hujan dilihat dari pendapatan perkapita pedagang pasar.
“Jelas kami keberatan dengan harga yang ditawarkan developer, untuk DP saja harus ada 50 jutaan, dari mana uang sebesar itu,” kata, Jefri, dalam sosialisasi yang digelar di kantor pemasaran PT Visi Indonesia Mandiri, Kamis (25/07).

Sementara untuk para pedagang yang akan menempati los, PT Visi Indonesia Mandiri, menawarkan harga Rp 17 juta/M2. Sehingga untuk memiliki los dengan ukuran 2X2, para pedagang harus menebusnya dengan harga Rp 68 juta. Dikatakannya dengan lokasi yang tidak terlalu strategis jika dibandingkan dengan Pasar Johar, harga yang ditawarkan developer terlalu mahal.
“Intinya dalam harus disepakati harga dulu, jangan terlalu memberatkan para pedagang,” tegasnya.

Dikatakan perwakilan pedagang lainnya H Datuk, kunci pembangunan Pasar Proklamasi adalah relokasi, sehingga semua pedagang harus terakomodir, pendataan yang dilakukan harus data pedagang di pasar. Sehingga tujuan pemerintah untuk menciptakan Rengasdengklok yang lebih baik bisa tercapai. Apabila semua tidak terakomodir dikahawatirkan para pedagang masih berjualan di pinggir jalan.
“Kalau hanya membangun 800 kios, semua pedagang tidak akan terakomodir, sehingga tetap saja para pedagang jualan di pinggir jalan. Solusi dari Pemda diperlukan bagi pedagang yg tidak mampu secara ekonomi untuk membeli,” ungkapnya.

Sementara General Manager PT Visi Indonesia Mandiri, Agung, mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan keluhan para pedagang terkait harga yang ditawarkan. Tetapi menurut dia, harga yang ditawarkan tersebut sudah sesuai dan melalui pembahasan dan pertimbangan. Ditambahkannya, pihaknya menargetkan Juli 2020 pembangunan Pasar Proklamasi Rengasdengklok selesai dan serah terima dengan para pedagang.

Sampai berakhirnya sosialisasi belum disepakati harga antara pedagang dengan developer. (Yaya Risbaya)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed