Petani Tambak Merugi Akibat Kontaminasi Limbah Minyak Pertamina

Karawang, Kabarsebelas.com – Meluasnya sebaran limbah pill oil akibat kebocoran anjungan pengeboran minyak sumur di sumur YYA-1 Blok Offshore North West Jawa (ONWJ) milik PT Pertamina berdampak pada tambak ikan milik petani sepanjang pantai Karawang utara.

“Sebaran limbah minyak akibat kebocoran pipa Pertamina berdampak pada produksi ikan petambak, ” kata petani tambak , Aceng, Kamis (25/7) di lokasi tambak Sungai Buntu.

Petani tambak berusia 40 tahun ini bersama teman-temannya, terpaksa memanen ikan lebih dini, karena ikan-ikan yang baru berumur 3 minggu banyak yang mati akibat air laut yang tercemar B3 sudah masuk ke area tambak yang tidak jauh dari pesisir pantai.

“Ikan sudah banyak yang mati diduga akibat sirkulasi air laut yang tercemar limbah B3 milik Pertamina, ” tandasnya.

Para petani mengaku, mengetahui ikan-ikan miliknya banyak yang mati mendadak akhirnya memanen ikan yang masih tersisa menggunakan jaring untuk kembali ditanam disejumlah tambak yang belum terkontaminasi limbah B3 minyak yang meluas.

“Dipanen lebih awal untuk menghindari kerugian yang lebih besar, ” katanya.

Para petani, lanjut Aceng berharap ada campur tangan pemerintah dampak para petani tambak merugi dengan gantirugi yang sepandan dengan kerugian yang diakibatkan bocornya pipa milik Pertamina.

Bupati Karawang. Cellica Nurachadiana mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina akibat kerugian yang dialami petani tambak dan nelayan yang terkenan imbas bocornya kilang minyak di pesisir pantai utara Karawang.

“Kita sudah koirdinasi dan menakankan kepada pihak Pertamina untuk memberikan ganti rugi dan konfensasi kepada nelayan yang tersebar di 7 desa, ” kata Cellica, saat meninjau daerah terdampak di Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya.