by

Jabatan Ajang Sopandi Sebagai Ketua DPC Diujung Tanduk, H Enan Bantah Jadi Penyebab Retaknya DPC Gerindra

-Politik-85 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Ketua DPC Partai Gerindra Karawang Ajang Sopandi saat ini “Bagaikan abu diatas tanggul” orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh. Pasalnya setelah usulannya menjadi pimpinan sementara DPRD di cabut oleh DPD Partai Gerindra Jawa Barat dan digantikan Endang Sodikin.

Kini, jabatan Ketua DPC yang diduduki Ajang Sopandi diujung tanduk, karena untuk struktural DPC juga ada dua usulan yaitu persi Ajang Sopandi dan persi Endang Sodikin.

“ada dua struktural surat yang diajukan persi Ajang dan persi Endang Sodikin,”Kata H Enan Supriatna, Kamis (1/8/2019)

Kemudian H. Enan membantah ketika dirinya disebut – sebut menjadi orang ke tiga dalam permasalahan internal DPC Partai Gerindra Karawang.

“Sebetulnya saya tidak merasa ikut masuk kepermasalahan internal kepengurusan DPC Gerindra Karawang. Namun, saat ini di Jawa Barat ada 8 Kabupaten yang menjadi salah satu perhatian DPD dan DPP,”jelasnya

Yang lebih fatalnya surat yang diajukan DPC langsung ke DPP, dan tidak melalui DPD.

“Mungkin saja dengan surat yang pertama dari DPC yang diajukan ke DPP ada bagian dari pada ketersinggungan dari pihak DPD,
karena surat tersebut tanpa ada rekomendasi dari DPD. Kebetulan hubungan saya dengan Ketua DPD sangat baik, dan nama saya tidak tercantum dalam surat yang diajukan oleh Ajang Supandi tersebut,”ungkap H. Enan.

Lebih lanjut, H. Enan mengatakan, dirinya mengaku sebelumya sudah di rekom oleh ketua DPD untuk duduk di kepengurusan DPD partai Gerindra. Namun dirinya lebih memilih untuk berbakti di Karawang.

Sebelumnya kata Enan, bahwa dirinya sudah di rekom untuk duduk di kepengurusan DPD. Namun, dirinya lebih memilih untuk di Karawang saja.

“Mungkin itu pertimbangannya, jadi kalau misalkan saya dikatakan orang ketiga saya rasa tidak juga, karena ini memang target kebutuhan partai,”jelaanya

Kemudian H. Enan, berharap agar masuk di struktural DPC, berdasarkan keinginan teman teman partai Gerindra yang pada waktu itu berjuang bersama di Pilpres.

“Harapannya saya masuk di struktural DPC, sesuai dengan keinginan temen temen DPC waktu perjalanan di Pilpres kemarin, cuman kan tidak di akomodir oleh pak Ajang, Saya juga tidak tahu ya, sekelas saya dimana-mana di minta langsung duduk, padahal permintaan ini cuman duduk di bendahara tidak mesti harus Ketua, kenapa harus ada sesuatu kekhawatiran, itu tak tahu, ya itu tinggal dipertanyakan saja ke pak Ajang,”jelas H. Enan.

H. Enan juga mengatakan, dirinya sangat menyayangkan atas sikap Ajang, ketika ada tokoh yang punya potensi kenapa tidak dirangkulnya. Padahal, jika benar pak Ajang ingin membesarkan partai seharusnya bisa mendengarkan pendapat dari DPD, padahal DPD saja menganggap dirinya layak duduk di KSB di DPD, akan tetapi ada apa dengan Ajang.

“Harusnya kalau saya seperti pak Ajang, ada tokoh yang punya potensi harusnya di rangkul untuk bangun bersama kita besar kan partai, ternyata saya tidak diperhatikan, yang lebih parah lagi Endang Sodikin sebagai kader potensial juga tidak dimasukan,”Pungkaanya.(Redaksi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed