by

Masa Aksi Minta BPN Segera Bagikan Seritifikat Warga

-Lainnya-41 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Serikat Tani Karawang (Sepetak) meminta agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak takut kepada Perhutani dan segera membagikan sertipikat masyarakat Desa Tanjungpakis Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang.

“Bilamana pihak Perhutani tidak mampu menujukan bukti otentik selama 1 minggu ini, berdasarkan kesepakatan hasil rapat audiensi pekan lalu, maka BPN berkewajiban untuk membagikan sertipikat hak milik masyarakat desa Tanjungpakis yang saat ini diklaim oleh pihak perhutani,”tegas Wahyudin Ketua Umum Sepetak, Selasa (6/8/2019)

Berdasarkan hasil rapat audiensi yang dipimpin oleh Asda1 Kabupaten Karawang yang dihadiri oleh pihak Perhutani, BPN dan Sepetak bersama perwakilan masyarakat pada pekan lalu, apabila pihak perhutani dalam waktu yang disepakati tersebut maka pihaknya bersama masyarakat akan berbondong-bondong untuk mengambil sertipikat itu di BPN Karawang.

Menurut Wahyudien dasar-dasar yang disampaikan oleh perhutani untuk mengklaim tanah-tanah masyarakat tidak tepat, salah satunya adalah SK Menteri Pertanian Nomor 92 tahun 1954 dan SK menteri LHK nomor 195 tahun 2003.

Batas-batas lahan kehutanan di desa Tanjungpakis, bahwa pihak Perhutani tidak bisa membuktikan atau membawa bukti SK Mentan 54 dan BATB yang lama atau terbaru.

“Padahal di SK Mentan 54 tidak ada menunjukan bahwa desa Pakisjaya adalah kawasan hutan. Di SK tersebut dijelaskan bahwa batas kehutanan adalah ujung Karawang didalamnya menerangkan bahwa kawasan hutan ada di Bekasi sampai Jakarta”ungkapnya

BATB tidak serta merta hadir sendirinya harus melalui mekanisme penunjukan, pemetaan, penetapan dan pengesahan.

“BATB itu istilahnya bukti hak perhutani untuk menguasai tanah kawasan hutan dari hasil penunjukan, namun sejak lama persoalan yang paling mendasar yakni BATB, perhutani selalu tidak mampu membuktikannya”pungkasnya.(nand/red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed