Pendongeng Keliling Asal Indramayu Ingin Bertemu Joko Widodo

Kabarsebelas.com – Demi masa depan anaknya agar bisa lanjut sekolah, Samsudin pria berusia 47 tahun, rela jalan kaki dari kampung halamannya di Indramayu, untuk ketemu dengan Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, anak semata wayang bernama Sofia (14) yang duduk dibangku SMP sambil mengenyam pendidikan pesantren di Kuningan, sejak SD selalu menjadi juara pertama di sekolahnya. Kekhawatiran dirinya karena tidak bisa membiayai putrinya karena ia hanya bekerja sebagai pendongeng keliling.

“Aksi jalan ini hanya untuk bisa mendapatkan bea siswa untuk putrinya hingga ke tingkat perguruan tinggi, Saya menyampaikan harapan untuk bertemu Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara di Istana Merdeka,” kata Samsudin, Selasa (13/8) saat istirahat di depan Pemda Karawang.

Lelaki yang sebelumnya sebagai guru honorer, banting setir sebagai relawan pendongeng sejak 2016 lalu. Sejak menjadi pendongeng sudah 16 propinsi yang sudah disinggahinya. Terkahir sebagai relawan pendongenng di Lombok waktu ada peristiwa gempa.

“Sudah 16 propinsi mulai pulau Jawa Sumatra, Kalimantan dan terakhir Lombok,” terangnya.

Propesi sebagai relawan pendongeng, adanya keprihatinan akan nasib anak-anak Indonesia yang akrab dengan teknologi HP, sehingga tidak tahu nama-nama binatang terutama selamatkan binatang langka di Indonesia yang harus dilindungi. Serta menyampaikan kepada anak-anak sekolah pentingnya kehidupan hutan bagi manuasia dan binatang.

“Dongeng, bukan sekadar cerita fiksi tanpa makna. Dongeng memiliki arti lebih untuk mengembangkan nilai positif yang ada di dalam diri anak. Sayangnya, saat ini dongeng seolah hilang dari tengah masyarakat,” tandasnya.

Bagi Samsudin, mendongeng merupakan aktivitasnya sehari-hari. Bukan hanya mendongeng di daerahnya di Pabean Indramayu, dia telah berkeliling Indonesia menyampaikan cerita indah yang sarat makna kehidupan kepada anak-anak. Dia lebih banyak bercerita tentang dongeng hewan supaya menarik minat anak kecil.

“Di setiap kota yang dikunjungi, saya selalu sempatkan mendongeng untuk anak-anak,” kata dia dengan iba.

Dalam bercerita, dia selalu menyelipkan pesan moral kepada anak-anak yang setia mendengarkan. Kumpulan potongan cerita itu semuanya ada di dalam kotak yang Samsudin sebut sebagai kotak dongeng yang berisi wayang binatang yang terbuat dari karton sebagai pelengkap dalam membawakan setiap dongeng kepada anak-anak.

“Pesan dan makna yang disampaikan kepada anak-anak harus mampu disampikan untuk mencintai binatang dan hutan,”pungkasnya.(nand)