by

Wisata Keajaiban Dunia Di Karawang, Akan Tergerus Oleh Pertambangan

Karawang, Kabarsebelas.com – Destinasi wisata alam di Karawang selatan khususnya di Pangkalan akan hancur di gerus oleh pertambangan, pasalnya, alam Karawang hari ini tidak dikemas untuk dijadikan wisata.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karawang menyanyangkan harusnya Pemkab Karawang bisa memanfaatkan potensi alam di Karawang selatan, jangan dibiarkan menjadi permasalahan dengan maraknya tambang yang berkedok wisata, dan wisata yang berkedok tambang.

“Karawang selatan alamnya sangat ekaotis, dan disana ada 64 titik Goa dalam satu hamparan, dan itu saya bilang salah satu keajaiban dunia,”Kata Gabriel Ketua PHRI Kabupaten Karawang, Jumat (16/8/2019)

Menurut Gabriel, jika hari ini di Karawang selatan marak terjadi pertambangan liar itu karena warga sekitar tidak ada lagi usaha untuk menafkahi keluarganya.

“Dengan adanya wisata di sana nantinya bisa mengangkat ekonomi warga sekitar dan bisa menggali PAD untuk Pemkab Karawang,”katanya

Harusnya kata Gabriel, alam Karawamg selatan di kemas dengan baik sehingga tidak menjadi menimbulkan permasalahan yang tak kunjung selesai.

Kemudian, Pemkab Karawang diminta untuk membuatkan regulasi, kalau regulasi tersebut keluarnya dari Provinsi atau Kementrian Penkab Karawang berkewajiban untuk mendorongnya. Lalu, untuk membangun destinasi wisata disana banyak jalan jika Pemkab Karawang serius ingin mengelola Karawang selatan jadi destinasi wisata di Karawang.

“Pemkab harus fokus bangun destinasi wisata, jika ingin menyelesaikan permasalahan Karawang selatan dengan maraknya pertambangan,”pintanya

Karawang selatan itu jelas alamnya, kemudian jelas gunungnya yang eksositis bahkan disana pernah dijadikan tempat bersejarah dimana ada Goa Dayeuh menururt sejarah pernah dijadikan tempat pelantikan Bupati terdahulu.

Kemudian menurut PHR, hari ini ada beberapa investor yang ingin berinvestasi yang mau masuk membuka jalur wisata, Pemkab Karawang dan masyarakat harus membuka selebar lebarnya investasi di sana
Kemudian masyarakat Karawang harus ikut mengawasi bersama bersama jangan sampai dijadikan kedok saja untuk wisata, karena itu tidak baik.

“kita awasi bersama sama pembangunannya dengan catatan tidak ada material yang keluar dari sana, jadi tidak ada cerita bahwa kars disitu dijual karena dengan kedok wisata,”Pungkaanya.(red)

News Feed