Iman Meski Dalam Jeruji Besi, Tapi Tetap Berkarya

Karawang, Kabarsebelas.com – Meski berada di balik jeruji besi, namun tidak membatasi bagi seorang tahanan untuk berkarya. Hal itu terjadi di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Karawang.

Selama menjalani hukuman pidana, para narapidana yang biasa disebut warga binaan pemasyarakatan (WBP) tidak hanya diam menunggu hukumannya saja. Mereka memproduksi berbagai macam kerajinan tangan, bertani dan berternak.

Semua kegiatan tersebut dilakukan di dalam jeruji besi. Selain memproduksi hasil karya para warga binaan dapat juga dipasarkan.

Iman Sumpena (42) salah satu narapidan terlihat cekatan membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan bekas.

“Saya sudah membuat kerajinan tangan dari bahan bekas ini sejak tahun 2014,” ujar Iman saat diwawancara oleh Kabarsebelas.com, Sabtu (17/8)

Warga binaan yang divonis 12 tahun penjara itu mengaku, kerajinan tangan yang dibuat dari papan bekas, triplek bekas, kayu dan tempat minuman bekas bisa dibuat menjadi pesawat mainan, mobil-mobilan dan lainnya.

“Untuk satu kerajinan tangan ini paling cepat itu satu minggu dan paling lama bisa tiga bulan, bagaimana tingkat kesulitannya,” jelas Iman.

Dijelaskan, harga jual untuk satu kerajinan tangan ini paling rendah Rp 50 ribu dan tertinggi itu Rp 500 ribu.

“Untuk penjualan biasanya dibeli oleh orang yang berkunjung atau napi yang mau bebas,” katanya.

Ia menambahkan, tadi sejumlah kerajinan dibeli oleh bupati dan itu bisa dijadikan modal buat berkarya lagi.

“Harapannya sih hasil karya ini bisa dipasarkan lebih luas lagi dan bisa diterima oleh masyarakat,” katanya.(Amoy)