by

Degradasi Moral Berbanding Lurus Dengan Pornografi dan Kejahatan Seksual Sulit Terbendung

-Politik-322 views

Bekasi, Kabarsebelas.com – Tergerusnya moral dan identitas bangsa yang merupakan dari dampak buruk perkembangan teknologi seperti pornografi dan kejahatan seksual yang semakin sulit terbendung.

Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Hj. Nur Rafiqo mengimbau agar orang tua semakin waspada dan memperhatikan anak-anaknya.

Semakin merebaknya perbuatan asusila yang disebabkan oleh degradasi moral hanya dapat ditangkal oleh peran aktif orang tua dan keluarga.

“Rumah tangga harus berperan serta mengambil bagian dalam membendung runtuhnya tatanan moralitas dan etika. Keluarga harus menjadi tempat berlindung yang aman, tempat menyenangkan untuk belajar berbudaya, menjadikan budaya dan nilai-nilai luhur berbangsa sebagai panglima dapat ditanamkan mulai dari keluarga,” ujar Teh Fiqo sapaan akrab Hj. Nur Rafiqo yang juga merupakan kader dan aktivis perempuan dari Mahdlatul Ulama (NU), Senin (19/08/2019).

Belum lama ini, sebuah kasus pornografi dalam bentuk video porno dan mengegerkan jagad dunia maya. Ironisnya, kasus pornografi ini muncul dari daerah yang dikenal sangat kuat dalam memegang tradisi yang kental dengan nilai-nilai religi. Terbongkarnya kasus ini membuat masyarakat Jawa Barat kembali dan terhenyak dan terdampar.

Dijelaskan Teg Fiqo, konten pornografi menyebar seperti virus melalui media-media online, baik media sosial maupun situs-situs website yang walaupun pemerintah sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk memblokirnya. Namun itulah pengetahuan dan teknologi, di atas langit masih ada langit.

“Sekuat apapun upaya pemerintah memblokir, tetap saja konten pornografi menyebar,” ucapnya.

Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Hj. Nur Rafiqo (Teh Fiqo).

Lebih lanjut ia mengatakan, ada beberapa aspek yang dapat menanggulangi degradasi moral.

Yang pertama adalah aspek lingkungan atau sekolah. Pendidikan harus lebih menekankan kepada bimbingan dan pembinaan perilaku konstruktif, mandiri dan kreatif. Karena melatih integritas mental dan moral menuju terbentuknya pribadi yang memiliki daya ketahanan pribadi dan sosial dalam menghadapi benturan-benturan nilai-nilai (clash of value) yang berlaku dalam lingkungan itu sendiri.

Kedua, aspek lingkungan keluarga sangat jelas memberi andil yang signifikan terhadap berkembangnya pola perilaku yang menyimpang, karena proses-proses penanaman nilai bermula dari dinamika kehidupan keluarga itu sendiri hingga anak menemukan identitas diri dan aktualisasinya secara utuh.

“Oleh karenanya, peranan orang tua termasuk sanak keluarga lebih dominan di dalam mendidik, membimbing dan mengawasi serta memberikan perhatian lebih sedini mungkin terhadap perkembangan perilaku anaknya,” paparnya.

Ketiga, lanjut Teh Fiqo, aspek lingkungan pergaulan yang acapkali menuntut dan memaksa anak-anak untuk dapat menerima pola perilaku dalam pergaulan. Hal ini sebagai kompensasi pengakuan keberadaan mereka dalam kelompok. Maka, perlu diciptakan lingkungan pergaulan yang kondusif, agar situasi dan kondisi pergaulan dan hubungan sosial yang saling memberi pengaruh dan nilai-nilai positif bagi aktifitas pergaulan dapat terwujud.

Keempat, aspek penegakkan hukum atau sanksi. Ketegasan penerapan sanksi mungkin dapay menjadi shock teraphy bagi siapapun yang melakukan tindakan-tindakan pornografi maupun yang menyebarkan konten-konten yang berisi pornografi dan perilaku amoral lainnya. Hal ini harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kepolisian, dan lembaga lainnya.

Terakhir, aspek sosial kemasyarakatan. Terciptanya relasi-relasi sosial yang baik dan serasi diantara warga masyarakat sekitar, akan memberi implikasi terhadap tumbuh dan berkembangnya kontak-kontak sosial dinamis, sehingga muncul sikap saling memahami, memperhatikan sekaligus mengawasi perilaku warga, terutama di lingkungannya.

“Hal ini tentu sangat mendukung terjalinnya sinergitas hubungan dalam mendidik dan menjalankan fungsi kontrol sosial, keamanan dan ketertiban dalam masyarakat,” pungkasnya. (tim red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 comments

  1. 347529 696930An fascinating discussion is worth comment. I believe that you ought to write regarding this topic, it may well not be a taboo subject but generally persons are too few to chat on such topics. To another location. Cheers 574159

  2. 472732 810287I truly got into this post. I found it to be interesting and loaded with unique points of interest. I like to read material that makes me believe. Thank you for writing this fantastic content. 22207

News Feed