Gedung Satpas SIM Polrestro Bekasi, Gerai, Hingga Smart SIM Diluncurkan Besok

Bekasi, Kabarsebelas.com – Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Edi Pramono, direncanakan bakal meresmikan Gedung Satpas SIM dan Gerai SIM Polres Metro Bekasi, di Komplek Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (22/08/2019) besok.

Bukan hanya itu, Bahkan, Kakorlantas Polri juga akan meluncurkan Smart SIM untuk pertama kalinya diluncurkan di wilayah hukum Polres Metro Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara mengatakan, segala persiapan untuk peresmian sudah hampir rampung.

“Sejak sebulan terakhir, Satlantas Polres Metro Bekasi memang terlihat sibuk sekali melakukan persiapan dalam menyambut peresmian,” ujarnya, di sela-sela konferensi pers yang digelar di Gedung Satpas SIM Polres Metro Bekasi, Rabu (21/08/2019) siang.

Dirinya mengatakan, berbeda dengan kartu SIM sebelumnya, yang fungsinya hanya sebagai kartu tanda Izin mengemudi, Smart SIM memiliki multi fungsi seperti halnya kartu e-Money.

“Smart SIM ini pertama kali akan digunakan oleh anggota Polri terlebih dahulu, setelah 4-5 bulan, baru akan diberlakukan kepada masyarakat,” ucapnya.

Kiri ke Kanan: Wakapolres Metro Bekasi AKBP Luthfie Sulistiawan, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma Kumara dan Konsultan Satpas Prototype dan FIFO se-Indonesia, Tino Kawilarang.

Selain itu, Kombes Pol Candra menjelaskan, gedung Satpas SIM berdiri di lahan seluas 8.300 meter persegi, gedung ini memiliki 2 lantai dengan luas 3.300m2, yang terdiri dari ruang tunggu, ruang registrasi, ruang foto dan identifikasi, ruang pencerahan, ruang uji teori, kantor, dan ruang pelayanan lainnya. Sementara itu, lahan seluas 5.000m2 digunakan untuk lahan parkir dan lapangan uji praktek.

Selain itu, lanjutnya, gedung Satpas SIM memiliki fasilitas kantor dan peralatan tekhnologi informasi, seperti internet, wireless, komputer, led tv wall, CCTV, server, speaker, dan tablet serta FIFO Integrated System sebuah sistem layanan antrian terintegrasi yang mumpuni.

“Hal ini untuk mencegah berkembangnya percaloan,” tutup Candra.

Sementara itu, Konsultan Satpas Prototype dan FIFO se-Indonesia, Tino Kawilarang menambahkan, FIFO Integrated System merupakan sistem antrian First In First Out yang menjamin pemihon SIM bisa lebih cepat, tertib, nyaman, dan teratur. “Pemohon SIM akan menjalani semua proses tanpa terlewat,” bebernya.

“Tekhnologi FIFO Integrated System, menjadi andalan Satpas SIM. Sistem antrian FIFO ini digagas, dibuat dan dikembangkan oleh tim staf ahli Korlantas Polri,” sambungnya.

Dengan sistem ini, kata Tino, seluruh informasi seperti berapa jumlah pemohon SIM yang hadir, pemohon yang lulus dan tidak, serta jumlah PNPB hari itu akan diketahui secara langsung (real time), karena data peserta terkoneksi dalam sistem online pelayanan terpadu di Satpas SIM pusat di Korlantas Polri.

Sekedar informasi, Satpas SIM Polres Metro Bekasi juga tercatat dalam record MURI. “Karena inilah Satpas SIM yang pertama kali menggunakan FIFO Integrated System,” pungkas Tino. (Fajar)