by

60 Persen Kebakaran Di Kabupaten Sumedang Akibat Konsleting Listrik

-Daerah-150 views

Sumedang, Kabarsebelas.com – Kebakaran yang belakangan ini melanda di sebagian wilayah Kabupaten Sumedang diakibatkan karena terjadinya konsleting listrik. Akibat terjadinya kebakaran tersebut kerugian masyarakat mencapai Rp 6,5 Miliar.

Dijelaskan Deni Hanafiah plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hampir 60 % terjadinya kebakaran di Kabupaten Sumedang itu diakibatkan karena terjadinya konsleting listrik.

“mungkin tidak memakai jaringan sesuai SNI, yang mengakibatkan terjadinya konsleting listrik,”Ujar Deni plt Kasat Pol PP Kabupaten Sumedang, Senin (26/8/2019) di kantornya.

Deni meminta jalur kabel listrik harus diantisiapsi karena usia pemakaian kabel ada batas waktunya.

Kemudian pelayanan agar ditingkatkan, jangan hanya memasang tanpa ada peninjauan lenih lanjut terhadap bangunan dan rumah penduduk.

Kemudian ditempat yang sama disampaikan Dadan Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sumedang, meminta agar masyarakat juga menggali pengetahuan bagaimana cara mewaspadai bencana kebakaran yang disebabkan akibat konsleting listrik.

Kemudian harusnya PLN melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pengetahuan waspada awal untuk menghindari terjadinya kebakaran akibat konsleting listrik.

“PLN harus lakukan sosialisasi kepada maayarakat tentang pencegahan terjadinya kebakaran akibat konsleting listrik,”jelaanya

Sementara itu Perkumpulan BPSK Jawa Barat dan Ketua LPKSM Hurip Medal, penyebab terjadinya konsleting listrik bisa karena dari KWH atau jalur kabel. Maka dari itu sesuai UU No 2 tahun 1981 tantang Metrologi legal tujuannya perlindungan untuk kepentingan umum supaya mengelola satuan-satuan ukuran, metoda-metoda pengukuran dan alat-alat ukur, yang menyangkut persyaratan teknik.

“Penggantian KWH meteran dalam aturan itu 10 tahun harus di ganti dan tidak ada biaya, itu bisa jadi penyebab konsleting listrik, jika tidak diganti, memang ini pemasalahan klasik,”ujar Mpi T Ruspendi

Kemudian lanjutnya, terjadinya konsleting listrik ini juga karena kurangnya pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat awam tentang kelistrikan.

Konsunwil maupun bidang pengawasan PLN tentunya mempunyai alat uji layak tera, jadi kenapa itu bisa sampai 60% kebakaran yang terjadi di Kabupaten Sumedang itu akibat konsleting listrik.

Kemudian kebakaran yang selama ini terjadi akibat dari konsleting listrik, seharusnya pihak PLN ikut bertanggung jawab, karena pelanggan PLN sebagai pengguna jasa harus juga mendapat perlindungan keamanan.

“setelah diselidiki, ternyata kebakaran yang terjadi akibat dari konsleting listrik, seharusnya PLN ikut tanggung jawab,”pintanya.(Deni)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 comments

News Feed