Kang Toleng, Ingatkan Era 4.0 di Depan Ribuan Mahasiswa Baru Unsika

Karawang, Kabarsebelas.com – Hadapi era revolusi industri 4.0, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati, meminta kepada mahasiswa baru Unsika untuk lebih kreatif dan inovatif. Hal itu disampaikan dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di aula kampus Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Selasa (27/8/2019).

“era ini adalah era post modern, serba cepat, untuknya mahasiswa sebagai aset bangsa dan agen pembaharu (iron stock) harus benar benar mempersiapkan diri, baik secara intelektual, maupun spiritual, dengan cara sungguh sungguh,”Ujar Rahmat Hidayat Djati, dihadapan 4046 Mahasiswa Baru Unsika.

Selanjutnya kang Toleng sapaan akrab Rahmat Hidayat Djati, menguraikan satu persatu dari generasi sebelum milineal.

Di Indonesia terbagi dari tiga generasi, yaitu generasi Baby Boomers yang lahir dari tahun 1940 – 1960 an, dan tantangan generasi ini adalah fisik, karena sempat mengalami zaman pertempuran fisik, kemudian generai X yang lahir dari 1960 – 1980 an, tantangannya adalah pendewasaan sikap, serta generasi milineal yang lahir 1980 tahun keatas dengan tantangan berupa teknologi informasi.

Kemudian lanjut kang Toleng, generasi milineal semua serba cepat, sekali sentuh apa yang diinginkan serba terwujud, contoh adanya aplikasi di smartphone.

“Dengan teknologi informasi yang semakin canggih bagi generasi milineal ini, yang perlu diwaspadai adalah bagaimana agar tidak keluar dari jati diri bangsa itu sendiri, ini yang menjadi persoalan,”jelas kang Toleng yang juga alumnie mahasiswa Fisip Unsika

Adapun ciri dari para generasi milineal orang yang bisa berfikir out of the box kaya dengan gagasan dan mampu mengkomunikasikannya dengan baik. Generasi milineal juga kata Toleng adalah generasi yang kreatif salah satunya adalah tumbuhnya industri kreatif dan star-up.

“namun, minat membaca generasi milineal itu rendah, mereka cuma bisa membaca melalui smartphone, tanpa mau menambah pengetahuan sejarah dari buku-buku lainnya. Sehingga banyak generasi milenial yang termakan info hoax,”paparnya

Dengan demikin Toleng berharap menjadi mahasiswa, tidak hanya berhenti di bangku kuliah tapi harus rajin membaca, diskusi, refleksi dan mengamalkan ilmu sesuai dengan konteksnya.

“insya Allah, jika itu dilakukan kalian semua menjadi mahasiswa yang bernilai untuk kemajuan bangsa dan negara ini.”pungkasnya

Kang Toleng juga mengajak mahasiwa baru Unsika untuk menjaga nilai nilai kebudayaan yang diwariskan oleh para pendahulu kita, yaitu nenek moyang kita, tentang tata krama, sopan santun dan lainya untuk mengahadapi zaman yang serba teknologi ini.(red)