by

IRT Residivis Kasus Penipuan, Edarkan Upal di Bekasi

-Hukrim-145 views

Bekasi, Kabarsebelas.com – Seorang Ibu Rumah Tangga tertangkap tangan karena mengedarkan uang palsu di Kampung Cikedokan RT 001/002 Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (04/09/2019) pagi.

Pelaku berinisial KLS (35) merupakan residivis kasus penipuan dan sudah menjalani hukuman selama 9 bulan penjara pada tahun 2017.

Kapolasek Setu Polres Metro Bekasi, AKP S Aba Wahid Key menerangkan, sebelumnya pada Selasa (03/09/2019) malam, pelaku KLS sedang berada di daerah Wanasari, Cibitung, dihampiri pelaku E (DPO) dan menawarkan uang palsu kepada KLS.

“Jika membeli Rp1 juta, akan mendapatkan Rp3 juta uang palsu (upal). Kemudian, KLS (pelaku) mengatakan, kalau dirinya hanya memiliki uang Rp500 ribu. Pelaku E (DPO) menjawab, kalau Rp500 ribu hanya dapat Rp1,26 juta (Upal),” beber AKP Wahid, saat memberikan keterangan rilis di Mapolsek Setu, Jumat (06/09/2019) sore.

Polisi Perlihatkan Barang Bukti Uang Palsu (Upal) yang Belum Sempat Dibelanjakan Pelaku KLS.

Kemudian pada Rabu (04/09/2019), lanjut Kapolsek, KLS menunggu di seberang jalan pinggir rel KA belakang Pasar Induk Cibitung. Tidak lama datang Mr.X yang mengaku suruhan pelaku E, dan menyerahkan upal Rp1,26 juta berupa pecahan Rp20 ribuan sebanyak 63 lembar kepada KLS. Lalu KLS menyerahkan uang Rp500 ribu kepada Mr.X sebagaimana kesepakatan antara pelaku E (DPO) dan pelaku KLS.

“Setelah pelaku KLS mendapatkan upal, pelaku menyimpannya di bawah jok motor miliknya. Dan membelanjakan upal tersebut di TKP dengan maksud untuk mendapat keuntungan dari uang kembaliannya,” katanya.

Pelaku KLS ditangkap setelah anggota Kepolisian Sektor Setu, mendapat laporan dari pemilik warung yang mendapat upal dari KLS.

Selain barang bukti yang diamankan petugas Kepolisian Sektor Setu, KlS dijerat dengan Pasal 36 Ayat (2) dan (3) UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana kurungan 5 (lima) tahun penjara. (Fajar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed