by

Rehab Ruang Kelas Terkesan Asal Jadi, Kepsek dan P2S: Pekerjaan Sudah Sesuai Prosedur

Tulangbawang Barat, Kabarsebelas.com – Pelaksanaan bantuan rehabilitasi 4 ruang kelas SD Negeri 01 Bangun Jaya dan SD Negeri 01 Tunas Jaya Kecamatan Gunung Agung Kabupaten Tulang Bawang Barat yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan tahun 2019, diduga ada penyimpangan. Pasalnya, pihak pelaksana di sekolah diduga berupaya untuk mengambil keuntungan pribadi dari dana yang diterima, tentunya dengan melakukan pengurangan volume dan item-item pekerjaan yang sudah ada dalam RAB serta gambar.

Dari informasi yang didapat di lapangan, nampak sekali banyak item-item pekerjaan yang tidak diterapkan, seperti ketinggian dinding dan ketinggian tiang selasar sekolah tidak sebagaimana Bestek, pemasangan rangka baja tidak menggunakan tali angin dan jarak kuda-kuda rangka baja bervariasi ada yang berjarak 120 cm dan ada yang berjarak 130 cm.

Kemudian, lantai sekeliling gedung sekolah hanya dilakukan penyemenan biasa (tidak dirabat beton sebagaimana petunjuk Permendikbud No.1 tahun 2019) dan kedalaman sanitasi juga tidak mengikuti petunjuk gambar yang ada.

“Kalau kami P2S sudah menerapkan apa yang diperintahkan oleh dinas dan fasilitator lapangan. Jadi, menurut kami semua pekerjaan sudah kami kerjakan dengan benar,” ujar Ridwan, Ketua P2S yang notabennya sebagai suami Kepala Sekolah SD Negeri 1 Tunas Jaya, Tulangbawang Barat, Lampung, kepada awak media, Senin (16/09/2019).

Hal senada diucapkan oleh Kepala Sekolah SDN 1 Bangun Jaya, Rahmad, pihaknya hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh dinas dan fasilatator lapangan tanpa diberikan skema dan anggarannya. “Kami selaku pelaksana di lapangan mengerjakan rehab bangunan sesuai arahan Dinas dan Fasilitator Lapangan saja, saya dan panitia tidak diberi gambar atau RAB,” bebernya.

                         DAK Rehab Fasilitas Pendidikan.

“Kami bekerja berdasarkan petunjuk fasilitator lapangan Pak. Jadi, apa yang dikerjakan sudah sesuai dengan arahan,” ucapnya lagi sambil menelpon fasilitator lapangan dan disodorkan ke pihak media dan LSM.

Melalui via ponsel, Yudi selaku TFL (Tim Fasilitator Lapangan) membenarkan, kalau kepala sekolah ataupun panitia P2S tidak perlu pegang gambar bangunan. Karena itu adalah rahasia negara,” tuturnya.

Lebih lanjut Yudi mengatakan, kalau kalian wartawan melakukan pemantauan harus terlebih dahulu izin Dinas Pendidikan Tuba Barat,” kelitnya dengan nada bicara yang menyakinkan.

Di tempat terpisah, Ketua LSM JAK Koordinator Tulang Bawang Barat, Handri mengatakan, yang namanya proyek yang menggunakan anggaran pemerintah apa lagi Dana Alokasi Khusus (DAK) seperti di bidang pendidikan harus terbuka dan transparan kepada publik, tidak ada yang namanya bahasa rahasia negara, kalau memang pekerjaan bangunan tersebut sudah sesuai dengan gambar dan RAB, kenapa harus dirahasiakan? Wajar saja kalau publik jadi berpikiran miring kepada FL dan Dinas terkait.

“Kami dari LSM JAK Korda Tuba Barat akan ikut memantau proyek pembangunan baik RKB atau rehabilitasi gedung sekolah SD ataupun SMP yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), jika ada indikasi merugikan negara, maka kami akan melaporkan kepada penegak hukum untuk memberikan efek jera kepada oknum-oknum yang suka memperkaya diri dari uang negara,” pungkasnya. (Andi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 comments

  1. Woah! I’m really loving the template/theme of this
    website. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s tough to get that “perfect balance” between usability and visual appeal.
    I must say you’ve done a very good job with this.

    Also, the blog loads extremely quick for me on Safari.
    Outstanding Blog!

  2. Thanks for a marvelous posting! I truly enjoyed reading
    it, you may be a great author.I will make sure to bookmark your blog and will eventually come back down the road.
    I want to encourage you to ultimately continue your great job,
    have a nice day!

News Feed