by

Tokoh Petani Kabupaten Bekasi, H Sardi: Akal-akalan Para Kades Bentuk Kelompok Tani untuk Dapat Bantuan

-Lainnya-230 views

Bekasi, Kabarsebelas.com – Menanggapi pemberitaan terkait bantuan bibit padi dan kapur dolomit ke beberapa kelompok tani yang tidak tepat guna, H Sardi sebagai tokoh petani Kabupaten Bekasi berpendapat, sebenarnya bantuan itu bukan tidak tepat guna, akan tetapi dikarenakan itu bukan petani dan hanya mengaku-ngaku kelompok tani saja, sehingga ga tau cara penggunaannya kapur dolomit tersebut.

Dirinya menilai, pembentukkan kelompok tani itu akal-akalan para kepala desa dan asal tunjuk aja, yang penting intinya dapat bantuan dari dinas dan dan dari kementerian pertanian. Setelah itu tidak jelas penggunaannya untuk apa, karena itu bukan petani.

Bersama Dir Pupuk Kujang, Dirjen Kemendes, Dirjen Kementan Beni Pasaribu.

“Itu mah akal-akal akalan para kepala desa, agar dapat bantuan dari dinas dan dari kementerian pertanian, makanya yang konon katanya itu para petani, yang mengatasnamakan petani tersebut ga bisa cara penggunaannya kapur dolomit mau di apakan,” ujar H Sardi yang memiliki lahan sawah seluas 35 hektar, ketika menghubungi redaksi melalui WhatsApp, Sabtu (21/09/2019).

Sebelumnya, diberitakan bahwa
Masing-masing kelompok tani, mendapatkan kapur dolomit sebanyak 30 ton dan bibit merk “Padi Ku” sebanyak 5 kwintal. Dari beberapa kelompok tani tersebut mengaku, pemberian bantuan itu tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran, karena kapur dolomit itu menurut para petani bukan untuk persawahan yang ada di daerah kami, seharusnya itu untuk pertanian yang dulunya rawa-rawa.

     Tokoh Petani Kabupaten Bekasi, H Sardi.

“Adapun pemberian bibit padi juga ga bisa kami gunakan karena bibit tersebut, sudah kadaluarsa,” ucapnya.

“Saya minta ke pemerintah, khususnya kementerian pertanian yang dalam hal ini dinas pertanian, agar sekiranya memberikan bantuan itu semisal pupuk urea atau sejenis obat-batan padi, bukan malah ngasih kapur dolomit dan bibit padi yang sudah kadaluarsa, sawah di sini kan , persawahan bukan dari rawa asalnya, akan tetapi persawahan murni dari dulunya. Sehingga, ga cocok klo pun kami gunakan kapur dolomit tersebut,” ujar Ahmad dari kelompok tani Kobak Pasir Desa Karang Patri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang menerima bantuan.

Selain itu, bantuan tersebut diberikan kepada para kelompok tani pada bulan Juli 2019, bantuan tersebut diberikan oleh kementerian pertanian melalui dinas pertanian Kabupaten Bekasi, Jawa barat. (Suhendra)

News Feed