by

Camat Kedung Waringin Bungkam Terkait Penjualan Tanah Proyek Citarum Harum

-Lainnya-247 views

Bekasi, Kabarsebelas.com – Menanggapi beredarnya isu dugaan oknum aparat kepolisian, aparat Desa (Kades) dan aparat Kecamatan Kedung Waringin (Camat), perihal penggalian tanah proyek Citarum Harum (CH) yang dijual kepada warga yang membutuhkan, di sangkal dengan tegas oleh Kapolsek Kedung Waringin, AKP Akhmadi, bahwa hal itu tidak benar dan meminta agar yang memberi informasi untuk menghubunginya.

“Siapa yang bilang mas, suruh ketemu saya, saya telepon aja mereka nggak pernah mau angkat enak aja ngomong, siapa yang ngasih informasi mas, suruh ketemu saya,” ujar AKP Akhmadi ketika dihubungi melalui WhatsApp-nya, Senin (22/09/2019).

Kondisi Proyek Pengurugan Tanah di Bantaran Kali Citarum di Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, Camat Kecamatan Kedungwaringin, Fakhrurozi, bungkam. Lain halnya dengan Kepala Desa Kedungwaringin, Hj.Tita Komala, saat ditanyakan perihal informasi adanya dugaan setoran ke desa sebanyak Rp3 juta per minggunya, tidak membenarkan hal tersebut. Lain hal dengan camatnya, tidak memberikan komentar terkait hal dugaan bahwa camat menerima setoran per minggunya sebesar Rp2 juta.

Selain itu di tempat berbeda, Kepala Desa Karang Mekar, Kecamatan Kedungwaringin, Nursaid, telah menyangkal hal tersebut.

Antrian Dump Truck Pengangkut Tanah Bantaran Kali Citarum.

“Itu ga benar, Pak. Yang jelas sampai sekarang belum ada uang mingguan atau uang bulanan, saran saya mah, untuk kali bersih ga masalah, tapi untuk penjualan tanahnya saya ga setuju. Kalau menggangu lingkungan bisa aja diberhentikan,” jelas Nursaid.

Sebelumnya, redaksi kabarsebelas.com telah menerima selebaran yang berisi tentang pengaturan pemberian uang ke beberapa oknum intansi pemerintah desa, kecamatan dan ke beberapa instansi lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Soleman, dan Forum Daerah Aliran Sungai (FDAS) serta dari BBWS, menginstrusikan agar segera menghentikan kegiatan penjualan tanah proyek Citarum Harum tersebut. Pasalnya, proyek penggalian tanah tanggul dan penjualannya masih berlangsung walaupun beberapa pihak berharap agar menghentikannya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed