by

Deltamas Milik Sinar Mas Land Rusak Lahan Tanpa Izin, Aparat Desa dan Pemda Tutup Mata

-Lainnya-160 views

Bekasi, Kabarsebelas.com – Warga Kampung Kandang Sapi, Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Nek Ilem (65) dengan didampingi kerabatnya datang ke lokasi penggalian tanah untuk menandai tanahnya dengan cara memasang patok dari bambu yang sudah di cat merah. Pasalnya, Nek Ilem merasa kecewa dan dirugikan oleh pihak Deltamas selaku pengelola Kawasan Industri yang berada di Kecamatan Cikarang Pusat.

Pemilik tanah, Nek Ilem, tidak pernah merasa menjual tanahnya kepada pihak Deltamas yang kini kondisi lahannya sudah rusak tanpa sepengetahuan dirinya akibat penguruggan oleh pihak Deltamas. Kondisi lahan yang awalnya berbentuk bukit, harus disulap dengan cara digali oleh pihak Deltamas hingga mencapai kedalaman lebih dari 5 meter dari kondisi semula. Hal itu dilakukan oleh pihak Development yang merupakan salah satu pengembang besar dari perusahaan Sinar Mas Land tanpa seizin pemilik.

Salah satu kerabat Nek Ilem, H. Mamad (44) kepada kabarsebelas.com menuturkan, lahan milik keluarganya tersebut belum pernah diperjualbelikan kepada siapapun, termasuk ke pihak Deltamas (Sinar Mas Land). Namun, saat ini lokasi lahan tersebut sudah tak berbentuk.

Dijelaskan sebelumnya, pernah ada salah satu pihak warga yang menyampaikan bahwa kegiatan itu hanya skirting atau perataan. Tetapi faktanya di lokasi bukan skirting, namun penggalian yang dalamya sudah mencapai 5 meter lebih dari permukaan kondisi semula.

“Sekarang, dalamya sekitar 5 meter lebih dari permukaan tanah awal. Artinya, lokasi lahan sudah rusak. Saya minta tolonglah jangan begitu caranya, kalau memang mau dibeli ya dibeli, biar jelas. Karena sampai saat ini, tidak ada kejelasan, tiba-tiba lahan kita sudah rusak kaya gini,” bebernya, Selasa (24/09/2019).

Tanah yang dimiliki Nek Ilem seluas 8.250 meter. Tanpa sepengetahuan pemilik, pihak Deltamas tiba-tiba membawa alat berat (beko) untuk mengeruk tanah di lokasi serta Dum Truck pengangkut tanah.

“Saya mau ini dihentikan dulu, masalahnya sampai saat ini saya belum ketemu dengan orang yang melakukan ini siapa, karena harus membayar dulu kalau memang pihak pengelola Kawasan Industri Deltamas mau menguasai lahan itu, tidak bisa seenaknya,” tukasnya.

Di samping itu, H. Mamad juga mempertanyakan pihak Desa Cicau karena sampai sekarang belum sama sekali turun ke lokasi. Sebab, pekerjaan mereka tidak mungkin bisa dilakukan tanpa adanya izin dari pihak desa maupun pemerintah setempat. Padahal, lokasi tidak jauh dari kantor desa dan Pemkab Bekasi.

“Jika memang pekerjaan itu belum ada izin, ya diberhentikan dong. Kalau dari pihak yang bersangkutan ingin menguasai lahan tersebut, tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan,” ucapnya.

Diketahui, tanah yang kini tengah dikeruk pihak Deltamas tercatat atas nama Ilem dengan luas tanah kurang lebih 8.250 meter untuk Nomor C (Girik)-nya 354864 dan satu lagi 7 Hektar atas nama Enda bin Kadel, kurang lebih 7 hektar 250 dengan Nomor 302/742.

“Itu baru dua bidang, karena semuanya total ada empat bidang. Pihak, Deltamas khususnya Sinar Mas Land harus menyelesaikan dulu pembayarannya, jika memang mau menguasai,” jelasnya.

Pemilik lahan, Nek Ilem sendiri meminta kepada pihak Deltamas untuk memberi ganti rugi terhadap lahan yang dimilikinya, yang kondisinya saat ini sudah rusak.

“Ya, saya nggak bisa terima, tanah belum dibayar kok sudah diacak-acak. Kita minta ganti rugi selaku pemilik tanah yang sah. Siapapun juga kalau ngalamin seperti saya, ya pasti ga bakalan terima,” pungkasnya dengan nada kesal. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

News Feed