by

Kecamatan Pakisjaya Kekeringan, Pemkab Tutup Mata

-Daerah-305 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Kekeringan yang melanda Kecamatan Pakisjaya dalam tiga bulan terakhir ini berdampak pada tidak bercocok tanamnya para petani di Kecamatan Pakisjaya. Desa yang terparah mengalami kekeringan yaitu Desa Tanjungmekar, Desa Tanjungbungin, Desa Solokan, dan Desa Tanahbaru.

Menurut Acep Burhan (46) Petani asal Desa Tanjungmekar, sekitar 1250 Hektar sawah produktif tidak ditanam oleh petani dampak dari kekeringan yang terjadi di Kecamatan Pakisjaya. Desa Tanjungmekar sekitar 300 hektar sawah yang tidak ditanam, Desa Tanjungbungin sekitar 300 hektar sawah yang juga tidak ditanam, Desa Solokan sekitar 400 hektar sawah juga tidak ditanam, dan Desa Tanahbaru sekitar 250 hektar yang tidak ditanam.

Kemudian kata Acep, bukan hanya sawah yang kekeringan, sumur sumur warga juga mengalami kekringan yang mengakibatkan cuci mencuci, mandi, dan keperluan yang didominasi untuk keperluan rumah tangga yang tidak maksimal sehingga higenitas dan sanitasi lingkungan di rumah rumah semakin buruk keadaannya.

Atas persoalan tersebut warga Kecamatan Pakisjaya meminta kepada Bupati Karawang, Perum Jasa Tirta, Kepala Dinas Pertanian, DPUPR, untuk segera bertindak mencari solusi dengan menggunakan teknologi atau inovasi tepat guna agar tidak terjadi kekeringan berulang ulang setiap musim kemarau datang.

Ia juga berharap agar saluran irigasi disepanjang Kecamatan Pakisjaya dilakukan normalisasi, bukan hanya itu Pemkab Karawang juga harus membuatkan embung air, pompa hydran, dan pompa air bersih.

“Managemen jadwal buka dan tutup pintu air juga harus konsisten, tegas benar dan baik, jangan sampai ada penutupan pintu pintu air ilegal di luar yang ditetapkan pihak yang berwenang,”Kata Acep Burhan, Kamis (3/10/2019)

Lanjut Acep, pihaknya sangat menyayangkan pengerukan normalisasi irigasi dilakukan saat Buoati datang pada kegiatan Paten saja, setelah itu tidak lagi dilakukan mungkin karena takut dipertanyakan perihal irigasi. Seharusnya ini memang sudah menjadi tanggungjawab Pemerintah untuk mengatasi persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Masa kerja cuma karena ingin ibu senang saja, selebihnya diabaikan, nyatanya sampai hari ini irigasi disepanjang Kecamatan Pakisjaya masih dangkal, dan kekeringan masyarakat Pakisjaya masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih,”Kata Acep

Bicara kerugian kata Acep, petani di Pakisjaya saat ini mengalami kerugian karena ratusan hektar sawah menjadi tidak produktif akibat kekeringan. Namun sangat aneh, di Kecamatan Batujaya air irigasi sangat melimpah.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

News Feed