by

392,07 Gram Sabu dan 142 Bungkus Kopi Telarang Dimusnahkan Polisi

-Hukrim-130 views

Sumedang, kabarsebelas.com – Hasil pengungkapan kasus dua bulan terakhir, sabu seberat 392,07 gram dan 142 bungkus kopi telarang khusus penambah stamina pria dari bagai merk dimusnahkan Polres Sumedang, di halaman Makopolres Sumedang Jalan Prabu Gajah Agung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (03/10/2019).

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo menjelaskan, ini merupakan itikad Polres Sumedang dan Kejaksaan Negeri serta Pemda Sumedang dalam memerangi narkoba dan barang haram lainnya yang membahayakan masyarakat di Kabupaten Sumedang. “Dan ini juga merupakan dukungan dari pemerintah daerah beserta jajarannya, yang sudah sangat baik menyatakan perang terhadap narkoba,” katanya.

Ia mengatakan, pada kesempatan momentum kali ini, kita nyatakan perang dari segala bentuk peredaran narkoba, juga minuman keras dan barang-barang terlarang di Kabupaten Sumedang.

Selain itu, Kopi Cleng yang sempat menghebohkan masyarakat Sumedang pada beberapa pekan bulan yang lalu, dari informasi yang didapatkan, produk kopi ini merupakan hasil pabrik yang berada di daerah Cilacap, Jawa Tengah.

Dan kini, sambungnya, sudah ditutup oleh Bareskrim Polri. Untuk memastikan Sumedang sudah bersih dari peredaran kopi Cleng ini, Polres Sumedang sudah melakukan razia ke tempat-tempat yang dicurigai menjual barang tersebut.

“Sumedang dipastikan sudah aman dari kopi Cleng, setelah kami melakukan razia. Kami menghimbau agar masyarakat, dan jangan pernah mencoba lakukan untuk mengkonsumsi minuman yang tidak ada izin BPOM dan Depkes serta tidak layak konsumsi,” tukasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, hadir Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan yang menyaksikan pemusnahan barang bukti tersebut.

“Dengan dilakukan pemusnahan barang ini, tidak ada lagi peredaran narkoba dan produk sejenis kopi Cleng yang dapat merugikan masyarakat Kabupaten Sumedang,” ujar Erwan.

Erwan menuturkan, kita pastinya terus-terusan tetap berkampanye, terutama kepada para generasi muda supaya tidak terjerumus dan jangan pernah mencoba Narkoba. “Ketika sekali mencoba barang haram itu, maka rusaklah masa depan generasi muda bangsa ini,” ucapnya.

Menurutnya, bahaya narkoba sekarang ini sudah merambah ke berbagai pelosok desa. Dan pemerintah akan terus berupaya mencegah sedini mungkin.

“Pemkab sudah bekerjasama dengan BNN beserta seluruh Kepala Desa, untuk mensosialisasikan dan memberi pemahaman tentang bahaya narkoba. Diharapkan bisa jera dengan hukuman berat bagi para tersangka pengedar maupun pemakai,” imbuh Erwan.

Selain itu, masyarakat juga harus bisa bekerjasama untuk melaporkan jika ada orang mencurigakan dan tidak dikenal di lingkungannya masing-masing serta melakukan interogasi,” pungkasnya. (Deni)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed