by

Nana : Tidak Ada Dualisme Ditubuh PAN Karawang

-Politik-92 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Perbedaan pendapat yang terjadi di intern DPD PAN Karawang hari ini seperti warna warni yang akan menjadi indah layaknya pelangi setelah terikat cara yang konstitusional sesuai mekanisme partai dengan berpijak pada AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO).

Bendahara DPD PAN Karawang, Nana Permana memastikan kalau partai berjuluk matahari biru itu tidak ada dikotomi antara senior dan junior, petinggi atau kader, bahkan sampai simpatisan sekalipun.

Jadi ada perbedaan pendapat, ia menegaskan kalau perseteruan itu bukan bagian adanya dualisme partai. “Saya tegaskan tidak ada dualisme di DPD PAN,” kata Nana, Kamis (10/10/2019)

Menyikapi pencatutan logo PAN yang terpampang di picture bakal calon Bupati Karawang, H. Jenal Arifin kemudian disambut dalil-dalil yang berbeda pandangan oleh para kader, Nana menegaskan, kalau hal tersebut adalah proses menentukan Karawang kedepan yang selektif dengan dibumbui beragam masukan dari kader adalah hal yang tidak asing ditubuh PAN.

“Toh legitimasi absolute itu setelah mendapatkan putusan dari DPP, dialektika dalam ide dan gagasan tentang tujuan berpolitik, sistem politik, bahkan tata aturan berpolitik harus tetap kader pelihara, sebagai bagian dari marwah PAN Karawang sehingga output yang dihasilkan akan berdampak bagi kabupaten Karawang tercinta ini,” tegasnya.

Jika hari ini terjadi beda pandangan, kembali dikatakan Nana, hal itu adalah bagian dari kecintaan kader terhadap PAN sendiri yang notabene selektif dalam persoalan memberikan rekomendasi pasangan bakal calon Bupati atau Wakil Bupati nantinya.

Ia pun berpandangan kalau tidak ada yang salah dalam persoalan tersebut. Pasalnya, lanjut Nana, komunikasi politik yang dilakukan petinggi PAN adalah skema lazim yang mungkin partai lain pun melakukannya.

Apalagi, dijelaskan Nana, H. Jenal merupakan sosok pendatang baru yang punya niatan baik ingin menjadikan Karawang berkah karena haram hukumnya jika PAN menolak sosok yang seperti itu.

“Persoalan rekomendasi jatuh kepasangan siapa tentunya ditentukan oleh jodoh, siapapun calon bupati yang mau menggandeng PAN kita terbuka, karena PAN belum menutup pintu,” pungkas Nana. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed