by

Ramai Pemberitaan Soal Ambruknya Rumah Ibu Aas, Ini Komentar Kades Sukaraya

Bekasi, Kabarsebelas.com – Menyikapi pemberitaan melalui Sosmed (Facebook) terkait ambruknya salah satu rumah milik warga Kampung Kandang RT 003/006 Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kepala Desa Sukaraya, Dano Sumarno mengatakan, program bedah rumah/rumah tidak layak huni (rutilahu) yang merupakan salah satu program pemerintah Kabupaten Bekasi, harus benar-benar tepat sasaran.

Pasalnya, perlu dan sangat penting diketahui bahwa pemerintahan Desa Sukaraya sebelum pemberitaan ini ramai di Media Sosial, pihaknya tidak tutup mata mengenai program ini. “Bahkan, kami sudah berusaha dan sampai sekarang pun upaya terus kami lakukan demi kelancaran program tersebut,” ucap Dano kepada kabarsebelas.com, Minggu (27/10/2019) sore.

Kepala Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Dano Sumarno.

Dirinya mengatakan, ambruknya rumah Ibu Asmani (Aas) tidak terdaftar dalam program rutilahu. Dari alasan tersebut, Dano mengungkapkan, sejak 8 bulan yang lalu, Ibu Aas sudah tidak tinggal di rumah yang diberitakan dan status tanahnya pun belum hak atas Ibu Aas, tapi masih milik Rohili yang merupakan adik ipar ibu Aas. Menurutnya, pemerintahan Desa Sukaraya memiliki beberapa pertimbangan mengenai program rutilahu.

“Jadi, status kepemilikan rumah dan tanah ini bukan punya Ibu Aas, melainkan adik iparnya. Dan Ibu Aas sudah tidak tinggal di rumah itu sejak 8 bulan lalu. Artinya, rumah Ibu Aas dibiarkan kosong,” bebernya.

“Kami atas nama pemerintahan Desa Sukaraya sangat menyayangkan dengan pemberitaan yang saat ini beredar tidak sesuai dengan apa yang diberitakan dengan yang sebenarnya. Dan kami berharap, pihak yang bekaitan dengan pemberitaan ini bisa menjelaskan kepada kami maksud dan tujuannya agar tidak menjadi persepsi yang negatif,” tambahnya.

Lokasi Ambruknya Rumah Warga di Kampung Kandang RT 003/006 Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang Kini Sudah Dibongkar Pemiliknya.

Untuk menghindari persepsi negatif, kondisi bangunan kini sudah dirobohkan pemiliknya, karena sudah tidak ditempati lagi sejak 8 bulan lalu.

Sebelumnya, Ibu Aas mengakui bahwa dirinya sudah mengajukan bedah rumah/program rutilahu kepada RT setempat, namun tak kunjung diperbaiki.

“Kami selaku Pemerintah Desa Sukaraya, memiliki beberapa pertimbangan yang sudah dijelaskan tadi, salah satunya rumah dan tanah tersebut bukan milik Ibu Aas,” pungkas Dano. (Fajar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

38 comments

News Feed