by

Kecamatan Klari Terus Tingkatkan Pelayanan Pada Masyarakat

Karawang, Kabarsebelas.com – Kecamatan Klari terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya antrean pembuatan KTP dan KK. Untuk itu petugas kecamatan membuat pelayanan dengan dua tahap. Hal ini disampaikan oleh Kasie Pelayanan Umum Kecamatan Klari, Hj Midah Hamidah, Selasa (12/11/2019)

“Kecamatan Klari menjadi salah satu kecamatan yang paling ramai dikunjungi, pasalnya dalam satu hari bisa melayani 100 sampai 150 orang yang hendak membuat suket, KK dan banyak pelayanan lainnya. Dari pagi sampai sore kita sibuk terus,” ujar Hj Midah Hamidah. Saat di konfirmasi Kabarsebelas.com.

Dikatakan, dengan jumlah masyarakat yang begitu banyak, membuat antrean begitu panjang setiap harinya. Bahkan warga harus rela menunggu diluar karena terbatasnya luas ruang tunggu pelayanan.

“Ya bayangkan saja yang menunggu bisa sampai 100 orang, jadi wajar kalau ruang pelayanan tidak mencukupi,” katanya.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya antrean, pihaknya melakukan sistem pelayanan dua tahap, salah satu contohnya pada saat pembuatan suket KTP, dihari pertama petugas hanya akan melayani sampai pada tahap perekaman saja sedangkan dihari kedua suket akan dicetak dan bisa diambil oleh warga.

Ia menilai selain dapat mengatasi terjadinya antrean hal itupun tidak akan mengganggu pekerjaan warga.

“Ya artinya mereka tidak harus antre dari pagi sampai sore bahkan mereka tidak sempat kerja, makannya kita gunakan konsep ini biar warga juga tidak harus lama-lama antre,” katanya.

Ia menambahkan, sistem dua tahap pun tidak diberlakukan untuk semua warga, apabila warga membutuhkan pelayanan secara cepat contohnya seperti pembuatan KK untuk persyaratan proses lahiran hal itu bisa ditangani langsung.

“Beda lagi kalau kondisinya urgent ya kita layani langsung dan kita pastikan tercetak saat itu juga,” katanya.

Diharapkan, dengan diterapkannya sistem dua tahap tersebut bisa meningkatkan ketertiban serta kondusifitas pelayanan di Kecamatan Klari.

“Ya minimal warga tidak kesal menunggu, lagian kalau terlalu banyak antrean emmbuat kita kurang fokus juga, jadi kita terapkan hal ini,” harapnya.

Sementara itu, Salah seorang Warga Dusun Duren, Desa Duren, Wati (36) mengaku tidak merasa diberatkan dengan adanya sistem dua tahap yang diterapka oleh petugas Kecamatan, tentunya dengan begitu warga tidak akan kesulitan dan berdesa-desakkan saat diruang pelayanan.

“Ya tidak apa-apa sih, mendingan balik dulu abis itu besok kesini lagi, jadinya kita tidak usah desak-desakkan, mungkin ini cara petugas supaya warfa tidak kesulitan saat berkunjung ke kecamatan,” katanya.(amoy)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

News Feed