Nasib Persika Di Ujung Tanduk??

Karawang, Kabarsebelas.com – Pasca kegagalan Persika Karawang dalam mengikuti kompetisi liga 3 pra nasional tahun ini, nasib Persika tim sepak bola kebanggaan masyarakat Karawang di ujung tanduk. Tidak lolosnya tim Persika ke 32 besar liga 3 pra nasional di kabarkan bahwa CEO Persika mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab.

“Sebagai bentuk pertanggung jawaban saya, mau bagaimanapun anak anak sudah berjuang keras. Saya tidak mau ada yang menyalahkan siapapun, makanya tanggung jawab saya ambil alih, saya mundur sebagai CEO Persika,”Ujar Gabriel Alexander, CEO Persika ketika di hubungi via whats aap, Rabu 27/11/2019.

Kemudian Kabarsebelas.com mendatangi komisaris Persika, Hendro, dan ia pun mengatakan bahwa CEO Persika memang menghubungi dirinya dan mengatakan akan mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban kegagalan Persika.

“ini kan baru sepihak, untuk memastikan nanti kita akan rapatkan dulu,”jelas Hendro

Tapi kata Hendro, kegagalan Persika sepenuhnya bukan kesalahan manajemen yang baru, karena manajemen baru ketika memegang Persika pada saat Persika mau mengarungi kompetisi liga 3 pra nasional.

“jadi kita tidak bisa merombak pemain, karena PSSI sudah tutup, tidak ada transfer bursa pemain,”kata Hendro

Kemudian kata Hendro, pihaknya akan melanjutkan apabila masyarakat Karawang menghendaki pihaknya untuk mengelola Persika kembali. Tapi, pihaknya juga punya syarat jangan selelu di hujat sementara pihaknya tidak punya kewenangan penuh.

Contohnya, mayoritas saham Persika punya Ustad Yusuf Mansyur, sementara yang di Karawang hanya memiliki saham 15 persen.

“Tapi untuk kompetisi liga 3 pra nasional kemarin 100 persen kita yang membiayai,”katanya

Apabila kedepan masyarakat masih mempercayai dan mengingkan pihaknya untuk mengelola Persika kembali, dirinya mau melanjutkan dengan syarat kepemilikan saham Persika 100 persen olehnya.

Ia pun mempersilahkan kepada siapapun yang masuk untuk mengelola Persika, bahkan pihaknya akan menghibahkan sepenuhnya saham Persika.

“Siapapun yang masuk silahkan, jika benar benar ada yang mau membiyayai Persika,”tegasnya

Jadi kata Hendro, jangan membayangkan mengelola Persika itu untung, jika ada yang bilang Persika tidak tersendat itu mereka tidak tau Persika. Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2014 Persika itu kolep dan tidak bisa membayar gaji pemain.

“saya sumbang pada saat itu pakai uang pribadi saya sebesar 500 juta,”katanya

Kemudian pada saat di pegang sama ustad Yusup Mansur juga ternyata sulit dan tidak dapat respon dari kawasan dan tidak ada sponsor yang masuk.

“Saya juga tidak tau faktornya apa, sehingga Persika tidak menarik bagi para investor,”terangnya

Untuk mengikuti kompetisi tahun ini Persika hanya mendapat bantuan dari PT Toyota sebesar 40 juta, sedangkan biaya yang di keluarkan selama Persika mengikuti kompetisi liga 3 ini hampir sebesar 800 juta.

“Ya mayoritas biaya pribadi saya,”pungkaanya.(red)