Pengelola Pasar Johar Klarifikasi Soal Cekcok Dengan Anggota Komisi III DPRD Karawang

Karawang, Kabarsebelas.com – Pengeloala Pasar Johar dan Asosiasi Pedagang Pasar Johar mengklarifikasi terkait cekcok anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang dari fraksi PKS dengan pengelola pasar johar, Selasa 3/12/2019 kemarin.

Menurut Novit Muhendar Manager PT. Senjaya Rezeki Mas pengelola pasar Johar, awal mula kunjungan Komisi III DPRD Karawang pihaknya diberitahu oleh Kabid Pasar, bahwa akan ada kunjungan dewan ke pasar pukul 14:00 Wib, kemudian ia menanyakan kepada kabid pasar, soal apa kunjungan dewan ke pasar johar? Kemudian pak Dadang Kabid pasar menjawab tidak tau terkait apa kunjungan dewan.

“Pak Dadang waktu saya tanya soal apa kunjungan dewan ke pasar johar dia jawab tidak tau, karena pak Dadang dapat kabar dari stafnya pak Budi,”Ujar Novit, menjelaskan kronologis awal kedatangan anggota Komisi III ke pasar Johar, ketika dimintai keterangan oleh awak media, Rabu (4/12/2019) di kantornya.

Lanjut Novit, walaupun tidak ada surat dari DPRD Karawang terkait kunjungan ke pasar Johar, namun pihaknya akan menerima dengan baik dan sudah mempersiapkan tempat di kantor pengelola.

“Tempat sudah kami persiapan di kantor menyambut baik kedatangan anggota dewan,”katanya

Pada saat rombongan dewan sudah sampai di pasar johar, ia langsung perintahkan anggotanya agar anggota dewan di arahkan ke kantor pengelola. Namun, entah kenapa ada salah satu anggota dewan tidak mau untuk datang ke kantor pengelola.

“Pak Tatang (anggota dewan fraksi PKS-red) tidak mau ke kantor pengelola dan langsung membidik kios pak H Opik dan menanyakan kios H Opik. Ya sudah nanti saya kelokasi proyek blok A, saya tunjukan kios tersebut dan menjelaskan pembangunannya baru 40% progresnya khusus H Opik,”jelas Novit.

Tidak tau kenapa kata Novit, dewan Tatang langsung bicara ‘ini tidak becus’, kemudian ia menanyakan dasar dewan Tatang mengatakan tidak becus.

Akhirnya dewan Tatang membahas masalah pengelolaan, lalu ia mengajak dan bicara di kantor karena pihaknya sudah mempersiapkan tempat untuk dewan tersebut, bahkan ia juga menyampaikan kepada ketua Komisi III Endang Sodikin dan beliaupun siap.

“Tapi pak Tatang tidak mau malah teriak teriak, kita kan welcome saja tidak ada permasalahan. Karena Dewan Tatang terus teriak ya salah satu dari pihak kami ada reaksi spontanitas, bukan kita melakukan pengusiran kepada anggota dewan, itu tidak, kami hanya kecewa dengan pribadi Tatang,”terangnya

“Jika seperti ini disinyalir ada kepentingan pribadi dewan Tatang, kenapa dia tidak menanyakan secara keseluruhan, sebenarnya Tatang sebelum menjadi dewan sering datang ke kantor kami, karena orang tuanya juga punya kios di pasar Johar,”jelasnya lagi.

Sementara kata Novit, untuk kios H Opik yang sedang di bangun, sebenarnya pihak pengelola sudah memberikan dua lokal kios untuk di pergunakan, sebelum kiosnya jadi.

“Kita juga sudah memberikan dua lokal kios untuk di tempati sementara oleh H Opik,”katanya.

Pihaknya mengklarifikasi persoalan tersebut bukan untuk membela diri tapi menjelaskan kronologis yang sebenarnya. Jika memang pihaknya diminta untuk mengklarifikasi secara langsung oleh DPRD ia pun menjawab siap.(red)