by

Nelayan Karawang Desak PT PHE Segera Cairkan Kompensasi

-Daerah-685 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Ratusan nelayan Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, Senin (20/1/2020) siang.

Para nelayan itu merasa geram karena sampai saat ini PT Pertamina Hulu Energi (PHE) belum memberikan kompensasi atau ganti rugi akibat dari bocornya pipa sumur minyak YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ).

Pemkab Karawang pun diminta untuk mendesak PHE-ONWJ agar segera membayar kompensasi dampak akibat tumpahan limbah milik PT PHE yang sangat merugikan masyarakat dan lingkungan pesisir utara Karawang.

“Dampak dari kebocoran minyak itu kami menjadi tidak bisa melaut dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kami makan dari hasil ngutang ke bank emok,” ujar Masruin saat hearing bersama pejabat Pemkab Karawang.

Selain itu, ia menegaskan, nelayan Karawang pun sangat mengeluhkan anjloknya hasil tangkapan rajungan. Padahal, lanjutnya, cuaca ekstrim yang terjadi saat ini merupakan musimnya para nelayan panen ranjungan.

“Namun karena terjadinya kerusakan lingkungan laut akibat dari kebocoran minyak tersebut, tidak ada rajungan lagi di sana sehingga pendapatan kami para nelayan anjlok dengan drastis,” tegas Masruin.

Inilah 3 poin tuntutan nelayan Karawang yang harus dipenuhi oleh PT PHE:

  1. Meminta kompensasi sebesar Rp 150 ribu x 6 bulan x data nelayan Pasir Putih dan secepatnya dicairkan.
  2. Dana CSR harus diberikan langsung ke nelayan Pasir Putih, karena saat ini CSR tidak jelas peruntukannya.
  3. Alih fungsi nelayan Pasir Putih menjadi nelayan budidaya ikan jika penghasilan terus turun dengan jangka waktu yang lama.

Terpisah, VP Relation PT PHE, Ifki Sukarya mengatakan akan segera merealisasi kompensasi bersama Pokja Karawang berdasarkan data yang real. Pihaknya, lanjut dia, telah mencairkan kompensasi sekitar 8.000 nelayan Karawang.

“Maksudnya kami telah mendapati data penerima telah valid tak lagi ada perbedaan NIK atau apapun antara KTP dan KK, karena itu bisa menghambat untuk mendistribusikan dana kompensasi melalui perbankan. Dari 10.271 penerima kompensasi, sudah hampir 8.000 telah menerima dana kompensasi tahap awal dan sisanya terkendala oleh tidak validnya data penerima,” katanya saat dihubungi awak media via telepon. (vzay)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 comments

  1. you have a great blog here! would you like to make some invite posts on my blog? However, Domain Authority (Moz) is a parameter to check the ranking in Google. If you want to increase your DA at very low cost, please check out on profile link.

  2. 450704 650716Amazing beat ! I wish to apprentice even though you amend your web site, how could i subscribe for a weblog web site? The account aided me a acceptable deal. I had been a bit bit acquainted of this your broadcast provided bright clear notion 551319

  3. It is really a great and helpful piece of info. I am glad that you just shared this helpful information with us. Please stay us informed like this. Thanks for sharing.

  4. We stumbled over here different page and thought I might as well check things out. I like what I see so now i’m following you. Look forward to looking into your web page for a second time.

  5. 812548 925552Hi there, just became alert to your blog by way of Google, and identified that its truly informative. Im gonna watch out for brussels. Ill be grateful in case you continue this in future. Plenty of men and women will probably be benefited from your writing. Cheers! 215252

News Feed