by

Jimmy ‘Ngadu’ ke Emil Agar Pemkab Bekasi Stop Pembangunan Water Park

-Daerah-103 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari meminta kepada Gubernur jawa Barat, Ridwan Kamil alias Kang Emil agar memberhentikan aktifitas proyek pembangunan Dwi Sari Water Park yang berlokasi di RT 03/01, Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Meskipun lokasinya berada di Kabupaten Bekasi, namun khawatir mengundang banjir ke Kampung Leuwisisir, Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang selama ini menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Terlebih, penancapan tiang pancang pembangunan untuk keperluan Dwi Sari Water Park telah menghabiskan setengah daerah aliran sungai (DAS) Cibe’et yang sangat jelas terlihat diarug menggunakan tanah untuk kepentingan pembangunannya.

“Akang sudah langsung lapor ke gubernur. Dalam waktu dekat Kang Emil ngirim tim pemprov untuk cek lokasi langsung,” kata Kang Jimmy sapaan akrab Wakil Bupati Karawang kepada awak media, Minggu (25/1/2020) sore.

Ketua DPC PKB Karawang ini juga sangat menyesali proyek pembangunan Dwi Sari Water Park itu. Maka, kata dia, dipastikan proyek tersebut akan semakin menambah persoalan banjir di wilayah Kabupaten Karawang.

“Selama ini kita tahu kalau persoalan banjir di Karawang karena luapan air dari Sungai Citarum dan Sungai Cibeet saat hujan deras turun. Kalau Sungai Cibeet terjadi penyempitan, ya dapat dipastikan persoalan banjir di Karawang tidak akan pernah selesai, malah makin runyam,” ujar Kang Jimmy.

Baca juga: Aktivis 98 Laporkan Dugaan Rusaknya Sungai Cibeet Akibat Proyek Water Park

Pada rapat Kamis (16/1/2020) lalu di Gedung Sate Bandung, Kang Jimmy mengaku sangat menyambut baik rencana Kementrian PUPR dan Pemprov Jabar untuk mengatasi persoalan banjir Karawang-Bekasi dengan cara membuat Bendungan Cijuray dan Cibeet di Bogor.

Namun, Kang Jimmy menjelaskan, langkah penanggulangan banjir Karawang-Bekasi dari Kementrian PUPR dan Pemprov Jabar ini akan menjadi percuma jika di wilayah sungai Cibeet sendiri malah dibuat menyempit.

“Sekarang bagaimana ceritanya, di hulunya dibangun bendungan, sementara di hilirnya malah terjadi penyempitan, percuma dong,” jelas Kang Jimmy.

Sebab itu, Kang Jimmy meminta, agar Pemkab Bekasi kembali meninjau sekaligus tidak memberikan izin pembangunannnya. Terlebih santer kabar bahwa pembangunan water park tersebut belum mendapatkan izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Karawang dan Bekasi harus sama-sama saling menghargai upaya penanggulangan banjir dari Kemenrian PUPR dan Pemprov Jabar. Yaitu dengan cara tidak menyetujui pembangunan water park ini,” tandas Kang Jimmy. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed