by

Sri Rahayu Tampung Aspirasi Masyarakat Saat Reses II di Tirtamulya Karawang

-Politik-71 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Sri Rahayu di banjiri aspirasi masyarakat pada reses II tahun sidang 2019-2020 di Dusun Kiara Lawan Rt 02/01 Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, Rabu (4/3/2020)

Kegiatan reses merupakan media untuk menjaring aspirasi masyarakat. Beberapa aspirasi masyarakat Tirtasari yaitu soal infrastruktur pendidikan dan pengangguran

Ust. Aceng Tokoh Masyarakat Desa Tirtasari menyampaikan aspirasinya, bahwa anak muda di Desa Tirtasari mengalami kegelisahan jiwa karena sulitnya mendapatkan pekerjaan.

“Kami hanya meminta untuk di fasilitasi agar para pemuda di Desa kami bisa bekerja. Karena sudah pakai uang juga tetap saja gagal, bahkan ada yang ketipu,”katanya saat menyampaikan aspirasi kepada Sri Rahayu Anggota DPRD Jabar.

Kemudian Wawan Komite Sekolah SDN Tirtasari 4, bahwa lapangan untuk upacara selalu banjir saat hujan. Dirinya meminta agar segera di cor agar para siswa bisa melaksanakan upacara bendera.

Bahkan seorang guru SDN Tirtasari 3 menyampaikan aspirasinya bahwa sekolahnya saat ini tidak ada lapang, untuk melaksanakan upacara bendera itu harus dilaksanakan di serambi sekolah.

“Harapan kami tolong segera di realisasikan,”pinta guru SDN Tirtasari 3.

Kumudian dari begitu banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Tirtasari, Sri Rahayu Anggota DPRD Jabar menyampaikan bahwa pihaknya akan konsen dan melakukan koordinasi kepada pihak pihak terkait soal aapirasi yang disampaikan masyarakat.

Adapun terkait soal infrastruktur sekolah tolong agar segera membuat proposal.

“Kepala Dinasnya orang sini loh, coba nanti saya toel masa tidak bisa, yang penting bapak bapak segera buatkan proposalnya sesuai kebutuhan,”kata Sri menanggapi aspirasi masyaralat Tirtasari.

Terkait pengangguran meurut Sri Rahayu, ini jadi isu yang hangat di Jabar soalnya IPP Jawa Barat itu saat ini yang terendah se Indonesia. Bahkan hasil survei SMK ini penyumbang penagngguran terbesar di Jawa Barat.

Setelah keliling di beberapa daerah di Jawa Barat, Sri mengatakan bahwa masih ada kendala di SMK – SMK yang ada di Jawa Barat. Seperti fasilitas praktek yang sudah jadul, mutu pendidikan yang tidak sesua keinginan perusahaan.

Kemudian kata Sri, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kepala Disnaker Jawa Barat. Disnaker Jabar itu menitik beratkan agar di setiap daerah itu ada Balai Latihan Kerja (BLK).

“Di Karawang itu BLK ya masih kurang, seharusnya setiap dapil itu ada BLK, nanti bisa menciptakan SDM yang unggul yanh siap bekerja, baik sebagai pekerja di perusahaan maupun sebagai wirausahawan,”pungkasnya.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed