by

Karawang Kembali di Gegerkan Dengan Video Mesun Pasangan Pelajar

Karawang, Kabarsebelas.com – Kabupaten Karawang kembali di gegerkan oleh pasangan sejoli yang memakai seragam sekolah sedang melakukan asusila di atas kendaraan roda dua.

Video yang berdurasi 30 detik tersebut sudah beredar di jejaring sosial. Pasangan sejoli yang masih berpakaian seragam sekolah itu sedang asik indehoy di atas motor dengan plat nomor Polisi T 3776 HZ.

Atas hal tersebut Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamaksyari yang juga panglima santri mengutuk keras siapapun itu yang melakukan tindakan asusila.

“Namun, kita harus investigasi terlebih dahulu, apakah itu pelajar Karawang atau bukan, yang namanya plat nomor T itu bukan hanya Karawang, ada plat nomor T purwakarta dan ada plat nomor T Subang, dan kita juga belum tau TKP nya dimana dan SMP atau SMA dimama, karena baru keliatan batiknya saja,”jelas Kang Jimmy sapaan akrab Wakil Bupati Karawang, Jum’at (6/3/2020)

Tapi kata terlepas dari semua itu Kag Jimmy tetap sangat menyayangkan kejadian tindakan asusila yanh dilalukan oleh siapapun baik itu di tempat tertutup apalagi di tempat terbuka.

Karena kejadian tindakan asusila yang dilakukan oleh pelajar di Karawang sudah beberapa kali terjadi, kang Jimmy meminta agar pendidikan keagamaan itu perlu ditingkatkan lagi

“Khususnya perda DTA agar dijalankan di Karawang, agar anak SD dimanapun yang mau masuk ke SMP harus melampirkan ijazah madrosah,”

Nantinya lanjut kang Jimmy, sejelek jeleknya karakter seseorang apabila kalau yang bersangkutana sudah hapal teori sholat, hapal bacaan sholat, tata cara berwudu dengan baik, maka insya Alllah itu akan mengkarakter dan menggurita kepada anak anak di Karawang.

“Ini kan tidak di pakai perda itu, kiranya perda DTA agar di pakai menjadi rujukan siapapun yang masuk SMP Negri atau swasta harus melampirkan ijazah madrosah,”jelasnya

Kemudian kata Kang Jimmy, Bupati harus memberikan anggaran stimulan tambahan kepada Babinsa dan Babinkatibnas untuk memberikan pendidikan karakter paling tidak sebulan dua kali tidak harus masuk kelas.

“Satu bulan satu kelas seluruh anak siswa dari kelas 1 sampai kelas 3 siswa-siswi di kumpulkan di temgah lapang, dan Babinsa tidak memimpin sebagai pembina upacara, tapi memberikan pendidikan karakter selama satu jam, dan gaji tambahan di simpan di Disdikpora untuk memberikan honor tambahan buat Babinsa dan Babinkatibnas,”pungkaanya.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed