by

Dua Ruang Belajar SDN Sarimulya I Ambruk Diterjang Angin

Karawang, Kabarsebelas.com – Dua (2) ruang belajar SDN Sarimulya I, Kecamatan Kotabaru, Karawang, Jawa Barat, ambruk akibat diterjang angin kencang yang disertai hujan deras.

Seorang Guru SDN Sarimulya I, Marie Muhammad mengatakan, kalau pihaknya sudah mengajukan pembanguan ruang kelas baru (RKB) ke DPRD Karawang.

Namun, ia menjelaskan, pembangunan RKB itu terhambat karena wabah Covid-19 yang tidak kunjung usai melanda Kabupaten Karawang.

“Dua ruang kelas yang ambruk ini sebetulnya sudah di ajukan melalui aspirasi anggota DPRD Kabupaten Karawang, seharusnya kalau tidak ada wabah pandemi (Covid-19) ini, renovasi pembangunan di dua ruang kelas itu sudah mendapat renovasi dari aspirasi,” kata Marie, Jumat (29/5/2020).

Bahkan, dia menjelaskan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, juga mengundur realisasi pembangunan dua RKB SDN Sarimulya I akibat pandemi Covid-19 itu.

“Namun akan tetapi, akibat wabah pandemi ini, pihak terkait termasuk Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, mengundur realiasi pembangunan renovasi ruang kelas di SDN Sarimulya I ini,” jelasnya.

Kondisi dua ruang kelas SDN Sarimulya I yang ambruk itu, dia menegaskan, sudah tidak layak pakai sejak tahun 2019. Kini, sambung dia, pihaknya menunggu janji Disdikpora Karawang yang kabarnya akan membangun RKB akhir tahun 2020.

“Kabar terakhir sebelum ruang kelas ini ambruk, kata pihak dinas terkait akan dilakukan renovasi pembangunan di akhir tahun 2020. Ya antara bulan September atau Oktober,” tegas Marie.

Sementara, Bendahara SDN Sarimulya I, Selvi Agustina mengaku mendapat kabar dari warga sekitar terkait ambruknya dua atap bangunan ruang kelas 5A dan 5B.

“Setelah mendapat kabar, kami guru-guru dan staff sekolah baru melihat kondisi ambruknya atap kelas pagi ini dan baru akan kami laporkan kejadiannya Jumat (29/05/2020) siang ini juga ke Disdikpora Karawang untuk segera dilakukan proses perbaikan secepatnya,” ungkapnya.

Selvi menuturkan bahwa dua ruang kelas yang ambruk itu sudah tidak digunakan lagi untuk proses belajar mengajar (PBM) siswa SDN Sarimulya I dari akhir 2019.

“Sudah gak di gunakan dari akhir tahun kemarin (2019) karena kondisinya juga mengkhawatirkan,” tandasnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed