by

Ketua PDI Perjuangan Karawang Suport Rencana Aksi Damai Penolakan RUU HIP di DPRD Karawang.

-Lainnya-479 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Rencana Aksi damai penolakan RUU HIP oleh Aliansi Masyarakat Anti Komunis Karawang yang akan dilaksanakan Jumat 3/7/2020 di depan Gedung DPRD Karawang di suport oleh Ketua PDI Perjuangan Karawang Taupik Ismail. Hal tersebut di ucapkan pada saat Ketua PDI Perjuangan Karawang menghadiri konferensi Pers aksi damai Penolakan RUU HIP, di Gedung Islamic Center Karawang, Kamis (2/7/2020).

“Demo saya hargai, silahkan saya tidak merasa di intimidasi, saya titip jangan sampai ada peserta demo yang memprovokasi apalagi sampai membakar bendera PDI Perjuangan, saya titip demi kondusifitas Kabupaten Karawang,”ujar Taupik Ismail Ketua DPD PDI Perjuangan.

Dirinya mengatakan memang kemarin ada reaksional terkait pembakaran bendera PDI Perjuangan pada saat aksi Penolakan RUU HIP di Gedung DPR RI. Itu sudah di laporkan keranah hukum serentak oleh Kader PDI Perjuangan.

Terkait isu ada gerakan dari Kader PDI Perjuangan untuk menghadang aksi damai penolakan RUU HIP di gedung DPRD Karawang besok, Taupik Ismail memastikan dan menjamin tidak akan terjadi gesekan.

“1000 persen saya jamin tidak ada gesekan. Aksi tandingan itu tidak benar. Adapun acara haul Bung Karno itu hanya di lakukan di dalam gedung DPC PDI Perjuangan,”katanya.

Dirinya juga kembali mempertegas bahwa di PDI Perjuangan itu tidak ada PKI (Partai Komunis Indonesia).

“Kalau memang PDI Perjuanagn itu Komunis saya yang paling keluar pertama,”tegasnya.

Sementara itu Cepyan Lukman Nur Hakim juru bicara aksi damai Penolakan HIP mengatakan aksi damai besok di hadiri oleh sekitar 500 orang dari 73 organisasi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Komunis Karawang. Aksi besok dilakukan dari gedung Al Jihad ke Gedung DPRD Karawang.

“Kita tidak ada dialog dengan anggota DPRD Karawang, karena bukan ranahnya DPRD membahas RUU HIP,”katanya

Kemudian dirinya juga mempertegas bahwa dalam aksi damai besok tidak ada yang boleh membawa atribut partai, calon Bupati dan Wakil Bupati, dan tidak ada unsur pembakaran atribut apapun, serta mengeluarkan kata kata kotor, dan juga memperhatikan protokol kesehatan.

“Jika ada yang melakukan pembakaran atribut atau yang memprovokasi itu adalah oknum. Tim kita nanti yang akan menyeret oknum tersebut ke kantor Polisi,”tegasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 comments

News Feed